logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SEMARANG
Line

Hujan Ganggu Pavingisasi Jalan Muktiharjo

SEMARANG-Pemasangan paving di Jalan Muktiharjo yang direncanakan berakhir Sabtu (hari ini-red) nampaknya harus mundur beberapa hari. Pelaksanaan pekerjaan itu terganggu hujan yang sudah mulai sering turun di Kota Semarang.

Pelaksana proyek H Karmindar (40), Jumat (3/12) menuturkan pada saat hujan pasir menjadi lembek seperti bubur. Paving yang dipasang di atasnya pun menjadi kurang kokoh dan mudah bergerak.

Hujan juga menyebabkan tepian paving menjadi lebih tajam. Akibatnya, jari-jari beberapa pekerja pun luka-luka. Mereka sudah mencoba untuk memakai sarung tangan, namun ternyata alat itu tidak mampu memberikan perlindungan.

''Beberapa di antara mereka akhirnya membalut jari-jari tangan dengan plester,'' kata dia.

Berbagai hambatan itu, menyebabkan proses pemasangan paving menjadi lebih lambat. Jika tidak hujan, dalam sehari 12 orang pekerja bisa memasang paving 415 meter persegi. Sebaliknya jika hujan terus menerus turun, mereka hanya bisa memasang paving seluas 200 hingga 300 meter persegi.

Dengan kondisi semacam itu, maka pemasangan paving yang semula diperkirakan bakal berakhir Sabtu (4/12) hari ini akan molor hingga Rabu (8/12).

Dia berharap pekerjaan itu bisa dilembur pada malam hari, asalkan tidak hujan.

Namun ternyata harapan itu tak terwujud, karena akhir-akhir ini hujan selalu turun pada petang dan malam hari. Di lokasi tersebut juga minim penerangan jalan.

Seperti diberitakan, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, mulai Sabtu (27/11) lalu menutup Jalan Muktiharjo. Penutupan jalan itu direncanakan berlangsung selama lebih kurang 2 pekan, terkait pemasangan paving di jalur antara Bangetayu ke Jalan Raya Kaligawe itu.

Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DPU Kota Semarang Ir Rosyid Hudoyo paving dipasang mulai jembatan yang melintasi Kali Tenggang ke arah timur sepanjang 467 meter atau sampai ke pertigaan jalan Ngablak Indah. Proyek itu dibiayai dana bantuan Pemprov Jateng sebesar Rp 375 juta. Sementara dana pendamping dari APBD Kota Semarang Rp 37,5 juta.

Karmindar menjelaskan, setelah paving dipasang dilakukan pemadatan dengan menggunakan vibro.

Pekerja akan menyebarkan pasir di atasnya, kemudian diratakan hingga sela-sela paving tersebut terisi. Setelah itu pemadatan kembali dilakukan menggunakan alat berat seberat 6 ton.

''Setelah dipadatkan, paving nantinya akan benar-benar kuat,'' kata dia. (G6-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA