logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 SEMARANG
Line

Anggaran Dewan Diserahkan ke Pemkot

  • Hanya Usulkan Program Kerja

SEMARANG-Semua komisi di DPRD Kota Semarang hanya membahas rencana program kerja yang akan dimasukkan pada APBD tahun 2005. Sedangkan mengenai alokasi dananya diserahkan kepada pemerintah, karena sudah ada aturan mengenai indeks anggaran dalam setiap satuan kegiatan.

''Kami tidak jadi membahas anggarannya, karena memang sudah ada aturan hukum yang menentukan indeks kebutuhan anggaran setiap satuan kerja,'' kata Ketua Komisi A DPRD Kota Semarang H Djunaedi SH kepada wartawan kemarin.

Karena yang dibahas masing-masing komisi hanya rencana program, maka tidak membutuhkan waktu cukup panjang. Di komisinya, untuk membahas program yang akan diusulkan selama setahun hanya menghabiskan waktu dua hari.

''Draf program yang akan kami usulkan sudah jadi, tinggal diajukan dalam pembahasan RAPBD 2005. Semua program yang kami susun hampir sama dengan program tahun lalu, bahkan ada banyak pengurangan.''

Di antara program itu, menjadwalkan kegiatan dengar pendapat sebanyak 192 kali selama setahun, atau 16 kali dalam satu bulan. Kemudian monitoring atau pantauan lapangan sebanyak 48 x setahun, penjaringan aspirasi masyarakat setahun sebanyak 36 kali. Evaluasi perubahan Perda setahun sebanyak 12 kali, pembahasan APBD, perubahan APBD dan penghitungan anggaran, masing-masing 10 kali selama setahun.

Selain itu, komisi bidang pemerintahan dan hukum ini juga mengajukan program kunjungan kerja dalam dan luar daerah sebanyak 3 kali. ''Jika nantinya program ini tidak semuanya terealisasi, kami memastikan anggarannya akan kembali ke kas daerah. Tidak mungkin komisi A membuat kegiatan fiktif,'' ujar Djunaedi.

Tolak Ngelencer

Sementara itu, penyusunan rencana program kerja di Komisi C, bidang pembangunan, hanya menyamakan dengan program tahun sebelumnya. Anggota komisi tersebut, Agung Budi Margono ST menuturkan dalam pembahasan program di komisinya, mengacu pada program tahun lalu. Ternyata program-program itu cukup baik, sehingga disetujui.

Saat pembahasan itu, ada usulan dari anggota untuk memprogramkan kunjungan kerja ke luar negeri. Namun usulan itu tidak jadi terealisasi, setelah mempertimbangkan berbagai aspek. (H1,G17-64)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA