logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 04 Desember 2004 INTERNASIONAL
Line

Bush Tak Minta Annan Mundur atau Bertahan

WASHINGTON - Pemerintahan Bush, Kamis kemarin, menjelaskan bahwa AS tidak akan mengambil sikap tentang apakah Sekjen PBB Kofi Annan sebaiknya mengundurkan diri atau tidak.

Annan kini tengah menunggu hasil investigasi atas skandal yang melibatkan anaknya, Kojo, dalam program minyak-untuk-pangan di Irak. Presiden George W Bush menyerukan laporan ''lengkap dan terbuka'' tentang program minyak-untuk-pangan Irak yang kini sudah diakhiri.

Program itu ditutup setelah Presiden Irak Saddam Hussein dituduh secara tidak sah memperoleh dana miliaran dolar dari program tersebut, karena kurangnya pengawasan dari Annan.

Saat penyidikan berlangsung, Menlu AS Colin Powell mengatakan Pemerintah AS tidak akan mengambil sikap tentang apakah Annan sebaiknya mundur ataukah tidak.

''Tidak pantas bagi seorang presiden untuk menawarkan opsi tentang masalah ini,'' kata Powell dalam wawancara dengan Radio Sawa, jaringan berbahasa Arab, yang didanai AS, yang mentargetkan sebagian besar pemuda di dunia Arab.

''Kami semua bekerja sama sangat erat dengan Kofi Annan,'' kata Powell. Dia menambahkan dia yakin Annan ingin sekali mengetahui akar persoalannya.

''Sehingga presiden tidak akan mengambil sikap pada kasus ini, begitu juga dengan saya. Kami ingin mengetahui hasil investigasinya,'' jelasnya.

Seruan Mundur

Di tengah seruan dari senator terkemuka Republik agar Annan mundur, Bush dan para pejabat lainnya tidak membela sekjen PBB itu maupun ikut menyerukan pengunduran dirinya.

''Saya menunggu pembeberan tentang fakta itu, memperoleh penilaian jujur tentang apa yang terjadi,'' kata Bush pada Kamis pagi saat dia bertemu Presiden Nigeria Olusegan Obasanjo.

''Dan organisasi tersebut perlu bersatu untuk mendapatkan pembeberan yang lengkap dan terbuka tentang semua yang terjadi dengan program minyak-untuk-pangan,'' tambahnya.

Yang di perselisihkan adalah program senilai 64 miliar dolar (sekitar Rp 576 trilun) untuk Irak, yang dikelola PBB dan diawasi oleh 15 negara anggota Dewan Keamanan.

Program tersebut dimaksudkan untuk memperkecil dampak sanksi-sanksi PBB terhadap rakyat awam Irak.

Putra Annan, Kojo, bekerja untuk perusahaan Swiss, Cotecna, yang memeriksa manfaat program tersebut dan kini sedang diperiksa. Senator Norm Coleman dari Minnesota, yang menyelidiki korupsi dalam program itu, Rabu lalu menyerukan agar Annan mundur.

Dia mengatakan Saddam memperoleh dana sekitar 21,3 miliar dolar dari program tersebut karena kurangnya pengawasan dari Annan. Jumlah 21,3 miliar dolar itu dipertanyakan oleh para pakar independen karena dua kali lipat lebih besar dari survei lain pemerintah AS. (rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA