| Sabtu, 04 Desember 2004 | EKONOMI |
Bulog Jateng Tingkatkan Kualitas BerasSEMARANG- Dalam tahun 2005 mendatang, Divisi Regional (Divre) Bulog Jateng bertekad meningkatkan kualitas gabah dan beras. Tekad tersebut sejalan dengan kebijakan Dirut Perum Bulog yang mencanangkan, 2005 sebagai tahun kualitas beras. Hal itu dikatakan Kepala Divre Bulog Jateng, Sutono, baru-baru ini. Menurut Sutono, kalau gabah dan beras yang diproduksi Bulog kualitasnya baik, dapat dipastikan kualitas beras swasta secara umum akan bagus. ''Saya yakin, kalau produksi gabah dan beras Jateng bagus, para pedagang akan mencari beras ke Jateng,'' katanya. Untuk mewujudkan tekad tersebut, pihaknya tidak segan-segan terjun ke lapangan melakukan dialog dengan berbagai pihak, termasuk dengan mitra kerja. ''Dialog dengan mitra kerja yang jumlahnya 941 itu mutlak dilakukan, mengingat mereka merupakan ujung tombak di dalam memproduksi beras,'' ujarnya. Masalah yang didialogkan, antara lain mengenai kendala-kendala yang mengakibatkan kualitas gabah dan beras kurang baik. Dalam berbagai dialog itu terungkap, kurang baiknya kualitas disebabkan berbagai hal di antaranya benih yang tidak baik dan pemupukan yang tidak betul. Dalam dialog yang digelar di sub-sub Divre Bulog itu juga muncul kesepakatan dari berbagai pihak termasuk mitra kerja bahwa beras produksi Jateng harus bagus. Secara terpisah Kepala sub Divre Bulog Surakarta, Rizal Efendi, mengatakan, seluruh jajaran Perum Bulog telah berkomitmen untuk menyediakan beras kualitas terbaik pada tahun 2005. Dalam upaya mewujudkan beras berkualitas baik itu, Sub-divre Bulog Surakarta, memulai dengan mengevaluasi kemampuan mitra kerja yang jumlahnya 230. Evaluasi ini dilakukan, karena mitra kerja merupakan ujung tombak dalam memproduksi beras. ''Tegasnya, pada tahun 2005 perlu ada evaluasi terhadap kemampuan mitra kerja agar mampu menghasilkan beras berkualitas baik. Dalam mengevaluasi mitra kerja ini, kami akan melibatkan Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) dan Pemerintah Daerah (Pemda) yang sekaligus untuk memimpin tim,'' katanya. Menurut Rizal, tim akan memilih mitra kerja yang betul-betul bisa diajak kerja sama dalam arti meningkatkan kualitas beras. Untuk itu tim evaluasi akan melihat dan meneliti apakah sarana dan prasarana mereka sudah memenuhi syarat untuk menghasilkan kualitas beras yang baik atau belum. Bagi mitra kerja yang sarananya kurang memadai, sehingga belum bisa menghasilkan beras kualitas baik, akan dibina bersama oleh Bulog, Pemda dan KTNA. Pembinaan terhadap mereka difokuskan terhadap sarana dan prasarana yang dimiliki. Bagi yang tidak memenuhi syarat, disarankan untuk melengkapi atau menambah sarana dan prasarananya sehingga mampu menghasilkan beras yang bagus sesuai dengan strandar Bulog. (tri-82) |