| Sabtu, 04 Desember 2004 | EKONOMI |
Kenaikan BBM Tak Terlalu Pengaruhi InflasiJAKARTA- Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi Sarwono mengatakan, kenaikan BBM pada tahun depan tidak akan berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat inflasi, mengingat terus membaiknya tingkat inflasi. "Mudah-mudahan masih di dalam target meskipun ada kenaikan BBM," kata Hartadi di Jakarta, Jumat (3/12). Target inflasi di APBN 2005 adalah sebesar 5,5% atau lebih rendah dari target di APBN 2004 sebesar 6,5%. Ia juga sepakat dengan rencana Menko Perekonomian Aburizal Bakrie untuk menaikkan harga BBM pada saat panen raya sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap kenaikan inflasi. "Saya mendukung upaya kalau menyesuaikan 'timing' dengan melihat hal-hal seperti itu, seperti dinaikkan pada saat nilai tukar rupiah sedang membaik," katanya. Selain itu, lanjutnya Pemerintah juga harus mengimbangi kenaikan BBM dengan memperlancar distribusi sembako, sehingga dampaknya tidak terlalu besar terhadap kenaikan harga barang-barang tersebut. Dikatakannya, meski akan mempengaruhi inflasi, kenaikan BBM belum perlu membuat BI menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI), karena pengaruh inflasi dari kenaikan BBM bukan termasuk dalam kategori inflasi inti atau inflasi yang bisa dikendalikan oleh kebijakan moneter. "Kita lihat sampai sekarang inflasi inti kecenderungannya baik. Jadi kalau nanti tahun depan pada saat kenaikan BBM kecenderungan inflasi inti tetap seperti itu, mungkin kita tidak perlu bereaksi terlalu gegabah. Tetapi nanti kalau kenaikan BBM diikuti dengan kenaikan inflasi inti, maka BI harus bereaksi dengan menaikkan suku bunga," katanya. Dijelaskannya, inflasi inti bisa terpengaruh oleh kenaikan BBM jika kenaikannya mempengaruhi ekspektasi masyarakat, sehingga membuat naik harga barang-barang dan jasa yang tidak terkait. "Biasanya jika ada kenaikan BBM, semua orang takut sehingga semua harga akan naik, termasuk inflasi intinya, itu yang berbahaya." Untuk itu, sosialisasi kenaikan BBM harus diimbangi dengan sosialisasi yang baik ke masyarakat, termasuk informasi pengalihan subsidi BBM ke subsidi pendidikan dan kesehatan. (ant-82) |