| Sabtu, 04 Desember 2004 | BANYUMAS |
Pembunuh Saudah Tewas DidorPURWOKERTO - Kapolres Banyumas AKBP Erwin Triwanto melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas AKP Arif Fajarudin menyatakan Wawan (30), tersangka pembunuh Ny Saudah (60), adalah buron Polres Cilacap, Banjarnegara, dan Banyumas. ''Dia buron kami,'' katanya, kemarin. Tersangka selama ini dikenal sebagai preman di terminal bus di Purwokerto dan Cilacap. Dia sering mencuri dan merampok. Wawan terlibat pencurian di Cilacap dan perampasan di Banjarnegara. Tersangka pembunuh Saudah (60), tukang pijit yang tinggal di Kampung Dayak, Kelurahan Karangklesem, Purwokerto Selatan, itu ditembak polisi Kamis (2/12) pukul 22.30 karena lari saat hendak ditangkap. Dia ditangkap di rumahnya, Sidareja, Cilacap. ''Anggota kami nyanggong di rumahnya. Begitu melihat polisi, dia lari,'' ujarnya semalam. ''Anggota kami memberikan tembakan peringatan agar dia berhenti. Namun dia tetap lari dan akhirnya anggota kami menembak kaki dan pinggulnya.'' Perampasan Wawan tewas seketika. Mayatnya dikirim ke RSU Banyumas untuk diautopsi. Rencananya pagi ini jenazah Wawan diserahkan ke keluarganya di Sidareja. Wawan membunuh Saudah pertengahan Ramadan, November lalu. Jenazah Saudah ditemukan tergeletak di pinggir jalan sekitar pukul 05.00, saat warga jalan pagi. Polisi menemukan bekas cekikan di lehernya. Sebelum membunuh, Wawan bertemu anak Saudah. Dia mendapat informasi, Saudah biasa menyimpan uang di saku celana dalam. Ketika mayatnya ditemukan, celana dalam Saudah memang melorot seperti sehabis kencing. Motif pembunuhan itu adalah perampasan. Wawan mengambil uang Saudah dan sebuah gelang tangan. (in-86) |