| Rabu, 01 Desember 2004 | NASIONAL |
KHOS KHOSSerbu Oleh-olehMENDEKATI hari-hari terakhir muktamar, mulai banyak peserta yang menyerbu para pedagang penjual suvenir. Sejumlah peserta tampak memborong kaus dan oleh-oleh khas Solo yang bisa dibawa ke kampung halamannya. ''Biasa, Mas, kalau mau pulang yang dicari ya oleh-oleh. Soalnya kalau tidak bawa buah tangan, bisa-bisa dimarahi anak-istri. Jadi sementara menunggu sidang dimulai, keliling cari oleh-oleh,'' kata salah seorang peserta dari NTB.(Tim SM-78t) Lobi Gus Mus ARTIS Franky Sahilatua tampak terus merapat dan mendekati budayawan yang juga Rois Syuriyah PBNU, KH A Mustofa Bisri (Gus Mus), selama muktamar. Ternyata dia termasuk yang ikut mencoba meluluhkan hati Gus Mus untuk mau dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU. ''Tapi sebenarnya saya khawatir juga kalau Gus Mus mau, sebab saya pasti akan kehilangan kawan yang bisa saya ajak berkesenian. Jadi, meski mendorong beliau untuk maju, dalam hati saya berdoa semoga tidak mau,'' katanya, sambil terkekeh. Ada-ada saja.(Tim SM-78t) Dingin di Dalam Panas di Luar SELAMA muktamar di Donohudan, suasananya ternyata dirasakan berbeda oleh salah seorang kiai sepuh KH Idris Marzuki. Menurutnya, yang dia rasakan adalah dingin di dalam, tetapi panas di luar. ''Di luar sana ada demo, saling lobi, saling menghujat, sepertinya panas sekali. Padahal, situasi di dalam muktamar sebenarnya berlangsung dingin-dingin saja. Mungkin orang yang di luar itu belum paham NU, sehingga kepanasan,'' kata pengasuh Pondok Lirboyo Kediri itu.(Tim SM-78t). Libur Seminggu SMP Nurul Islam Ngemplak, Donohudan, mendapat rezeki nomplok. Setelah libur cukup panjang karena Idul Fitri, siswa dan guru sekolah tersebut kembali memperoleh libur selama sepuluh hari. Sebab, sekolah milik NU Boyolali itu digunakan sebagai penginapan bagi para peserta muktamar. ''Ya lumayan, libur lagi sampai hari Sabtu, dan baru masuk Senin depan,'' kata salah seorang guru saat melihat-lihat muktamar.(Tim SM-78t) |