| Rabu, 01 Desember 2004 | MURIA |
woro woroSiswa Ingatkan Bahaya AIDSJEPARA- Memperingati Hari AIDS Sedunia, siswa-siswi SMA Negeri I Jepara hari ini mengadakan kegiatan penyebaran informasi tentang bahaya penyakit AIDS kepada masyarakat. Bentuk kegiatannya adalah dengan menempel brosur atau selebaran tentang AIDS di sepanjang Jl Kartini Jepara. Subchan SPd, guru pembina kegiatan tersebut mengatakan, penempelan informasi tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) pelajaran sosiologi, sekaligus mengingatkan masyarakat akan bahaya AIDS. (mds-15) Pengukuhan Pengurus Asmaul Husna KUDUS - Bertempat di Pendapa Kabupaten Kudus pada Jumat (3/12) mendatang, mulai pukul 15.30, akan diselenggarakan pengukuhan Pengurus Kecamatan dan Mujahadah ''Asmaul Husna'' Kudus. Menurut Ketua Penyelenggara Kegiatan, Drs H Saifuddin Bachri MAg, acara yang akan dihadiri Bupati Kudus HM Tamzil tersebut juga dilanjutkan dengan salat Magrib dan Isya secara berjamaah. (ton-15) Pentas Musik di Alun-alun Rembang REMBANG - Bertempat di Alun-alun kota Rembang pada Rabu (1/12) ini mulai pukul 19.00 akan diselenggarakan Djarum Super Rendezvous. Menurut Yusuf SE dari Classic Production, penyelengara acara pentas musik tersebut akan menampilkan Profile Band sebagai band utama, dan band pembuka BenBe dan Betlle. (ton-15) Dana Tetes yang Nyantol Segera Cair KUDUS - Dana tetes milik petani anggota Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kudus bernilai sekitar Rp 66 juta, yang ''sempat'' nyantol di beberapa pengurus, segera dicairkan. ''Saya sudah mendapat kepastian dari pihak PG Rendeng bahwa dana sudah kembali seluruhnya dan dalam waktu dekat akan dibagikan kepada petani yang berhak,'' ujar H Ali Maskan salah satu anggota Tim-7 yang mengurus dana tetes tersebut, Senin kemarin. Sebelumnya, persoalan dana tetes yang berada di beberapa pengurus APTRI, baik cabang maupun Jawa Tengah sempat mendapat sorotan tajam dari petani anggota APTRI Kudus. Mereka membentuk Tim-7 yang bertekad mengembalikan uang milik petani tersebut kepada petani yang berhak. Kegigihan petani yang ngotot akan membawa perkara ke pihak polisi bila tidak dikembalikan kepada petani, menuai hasil. Dana yang sudah dibagi-bagikan ke beberapa oknum pengurus akhirnya disepakati dikembalikan. Ini saja berkat Pengurus Pusat APTRI ikut campur tangan. ''Kita sudah merasa lega dengan keberhasilan pengembalian dana tetes. Tetapi masih ada satu agenda lagi, yakni musyawarah cabang untuk memilih pengurus baru,'' kata Ali Maskan. (P7-15) |