logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 SALA
Line

Buang Sampah dengan Sepeda Motor

MANAHAN- Sepeda motor akan dipakai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Solo untuk menuntaskan pengelolaan sampah. Penggunaan sarana transportasi itu merupakan bagian dari manajemen pengelolaan sampah dengan sistem transfer depo (TD) yang diajukan dalam anggaran 2005.

"Masalah pengelolaan sampah di Solo harus diupayakan mulai sekarang dengan tuntas. Kalau tidak, pada saatnya nanti bisa menjadi masalah besar. Seperti yang terjadi di kota-kota besar lain. Misalnya di Surabaya dan Jakarta," kata Kepala DKP, Drs Triyanto MM, kemarin.

Menurut dia, untuk menuntaskan masalah pengelolaan sampah pihaknya merencanakan manajemen sistem TD. Sistem itu diterapkan dengan menggantikan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) di sejumlah tempat yang ada sekarang. TPS itu berupa bak-bak yang menampung sampah dari warga. Setiap hari, sampah tersebut dibuang petugas dengan truk ke tempat pembuangan akhir (TPA) di Putricempo Mojosongo.

Dengan sistem TD, nanti bak-bak sampah itu tidak ada lagi. DKP membangun sebuah lokasi seluas kurang lebih 100 m2 dengan fungsi yang sama, yakni menampung sampah dari warga. "Hanya, di lokasi itu sampah langsung dibuang di bak truk yang sudah menunggu di depo, untuk selanjutnya dibuang ke TPA," katanya.

Di TD itu dibangun landasan berbentuk U yang tengahnya setinggi bak truk. Proses pembuangan yakni sepeda motor yang mengangkut sampah langsung naik ke landasan. Setelah dekat truk, sampah ditumpahkan di bak. Setelah bak penuh, truk meluncur ke TPA, demikian seterusnya.

"Jadi nanti tidak ada lagi jadwal pengambilan sampah. Truk siap di depo sambil menunggu bak penuh. Kami juga menyediakan tempat berteduh atau istirahat bagi pengemudi ataupun petugas ketika menunggu di depo," tuturnya.

Dia mengatakan, selama ini pengelolaan sampah dari warga diangkut dari rumah ke TPS dengan gerobak oleh petugas di tingkat kelurahan. Setiap kelurahan mempekerjakan sejumlah petugas pembuang sampah. Saat ini di Solo ada 415 orang dan 71 TPS di 51 kelurahan. (sri-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA