logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 PANTURA
Line

Pertumbuhan PNS Tegal di Bawah 0 Persen

TEGAL - Meski Pemkot Tegal akan mendapat jatah pegawai baru 200-an orang dari tes penerimaan CPNS yang baru saja berlalu, belum mendongkrak jumlah ideal kebutuhan akan PNS. Jumlah itu tak memengaruhi pertumbuhan PNS Pemkot yang kini masih di bawah 0%.

Menurut keterangan Kabid Pengembangan Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Drs Khaerul Huda kemarin, jumlah guru ideal Pemkot masih kurang sekitar 800 guru. Namun, dalam tes CPNS hanya akan mendapat 72 guru baru. Padahal pada 2003, Pemkot mendapat tambahan CPNS 100 orang.

Tentang kuota dalam penerimaan CPNS 2004 yang akan didapat oleh Pemkot hanya 200 orang, Khaerul pun memperkirakan sebagian mungkin terdiri atas tenaga wiyata bakti dan honorer daerah yang sudah mengabdi di Pemkot. Karena itu, kuota yang diterimanya itu tidak akan mendongkrak pertumbuhan PNS.

Khaerul yang juga Ketua Tes Penerimaan CPNS 2004 mengemukakan, 334 peserta tidak hadir dalam tes CPNS. Penyebabnya beragam antara lain karena dalam waktu bersamaan harus mengikuti tes Departemen Agama.

Dia mengatakan, dalam setiap penyelenggaraan tes, kadang masih ada peserta yang meragukan objektivitas penilaian. Hal ini kadang membuat ada peserta yang kurang puas saat pengumuman. ''Padahal, ada peserta yang mungkin panik sehingga salah menulis nama, alamat dan lain-lain. Ini bisa mengakibatkan program penilaian yang dilakukan lewat komputer terganggu,''ujarnya.

Khaerul menegaskan, penilaian materi tes penerimaan CPNS 2004 sangat ketat. Ini lantaran selain dalam penilaian disaksikan oleh pihak terkait seperti Badan Pengawasan Daerah Jateng di Semarang, juga disaksikan oleh unsur luar seperti lembaga swadaya masyarakat (LSM). ''Mudah-mudahan semua peserta tes tidak ada yang meragukan pengumuman nanti,''tandasnya.(aj-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA