logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 PANTURA
Line

Dana Terbatas, Pengembangan Kelas Imersi Bertahap

  • Kasek: Ini Swadana Murni

TEGAL- Keluhan orang tua siswa kelas imersi SMA 1 Kota Tegal soal sarana pendukung yang dinilai masih belum layak, mendapat tanggapan dari Kepala Sekolah (Kasek) Drs Suroto MM.

Dia menilai apa yang dikemukakan orang tua siswa (Suara Merdeka, 27/11), merupakan kritik membangun.

Menurut dia, kelas imersi yang berjalan belum sampai satu semester ini memang belum memenuhi harapan orang tua siswa. Kendati demikian, bukan berarti proses belajar mengajar kurang ideal.

''Ya, memang kurang layak jika pelaksanaan kelas imersi yang kurang dari satu semester ini kemudian disimpulkan tidak ideal. Apalagi jika dibandingkan dengan promosi yang sudah kami sampaikan. Memang masih perlu ada pembenahan, baik sarana fasilitas maupun tenaga pengajar,'' kata dia, Sabtu (28/11).

Dia yang didampingi Ketua Pengelola Kelas Imersi Drs Wakhidin menuturkan, terwujudnya kelas imersi yang hingga kini diterapkan untuk kelas I dengan 46 siswa itu merupakan keinginan dari orang tua siswa sendiri.

''Yang perlu diingat, kelas imersi ini merupakan swadana murni. Maka jika dalam pelaksanaan sampai saat ini masih ada kekurangan, saya pikir hal yang wajar. Dan, ini merupakan pemacu bagi kami untuk terus melakukan pengembangan. Apalagi, sumbangan operasional dari orang tua siswa masing-masing Rp 3 juta hingga sekarang juga belum terkumpul semua,'' tuturnya.

Seperti pernah diberitakan, Forum Orang Tua Siswa Kelas Imersi yang dikoordinasi Haryo Guritno mengeluhkan pengelolaan pelaksanaan kelas imersi. Menurut mereka, promosi yang disampaikan kepada orang tua siswa dari pihak sekolah tidak sesuai dengan praktik pelaksanaannya.

Buktinya, beberapa program dan fasilitas seperti laboratorium, pengajar tamu (visiting teacher), dan sarana pendukung belajar mengajar belum ideal.

Namun, kata Wakhidin, pendapat orang tua siswa itu tidak sepenuhnya benar. Hal tersebut terbukti, beberapa pengajar tamu untuk beberapa mata pelajaran sudah dipratikkan. Bahkan, seorang pengajar bahasa asing asal Belgia juga pernah didatangkan.

''Kami juga telah memprogramkan beberapa mata pelajaran akan dipandu oleh pengajar yang sesuai dengan bidangnya,'' kata dia.

Kendati demikian, dia mafhum jika orang tua melihat masih ada kekurangan mengingat sarana pendukung terbatas. ''Yang jelas, kami punya tekad. Meski kelas imersi ini merupakan swadana, tidak kalah dengan kelas imersi yang telah mendapat paket bantuan dari pemerintah pusat di mana untuk Jawa Tengah terdapat enam sekolah,'' tambahnya.(G12-74s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA