| Senin, 29 Nopember 2004 | PANTURA |
Listrik di 7 Kecamatan Sering Terganggu
PEMALANG - Tujuh wilayah kecamatan di Pemalang sering mengalami gangguan listrik akibat cuaca. Terakhir aliran listrik di wilayah tersebut padam empat hari (18-21/11), karena beberapa tiang listrik roboh tertimpa pohon akibat diterjang angin lisus. Gangguan alam itu sering terjadi hampir setiap tahun dengan kerugian yang tidak kecil. Utamanya kerugian untuk mengganti tiang roboh dan memperbaiki jaringan yang rusak. Karena itu penanganan bersama antara PLN dan Perhutani perlu dilakukan. Berkait dengan hal tersebut, Pimpinan DPRD telah mengundang Kepala UPJ PLN Pemalang Untung Susanto dan ADM Perhutani Suripto. Ketika dihubungi di kantornya Suripto mengatakan, kepada pimpinan DPRD dia menyampaikan siap membantu persoalan yang dihadapi PLN. Apabila yang diinginkan PLN adalah pemberian jarak antara pohon dan tiang listrik, hal itu perlu survei lebih dulu. Sebab semestinya tidak semua pohon ditebang. "Kami akan melakukan survei ke lapangan. Kalau ada pohon yang perlu ditebang karena dekat dengan jaringan listrik, akan kami tebang," katanya, kemarin. Menurut dia, pohon yang terletak dekat dengan tiang jaringan listrik tidak banyak. Yang terbanyak di daerah Gegerpetir. Kebetulan, lanjut dia, saat itu angin lisus bertiup kencang di daerah itu hingga banyak pohon tumbang dan menimpa fasilitas milik PLN. Dalam musibah itu, pihaknya juga mengalami kerugian akibat tumbangnya 196 pohon jati. Meski demikian kayu bisa diselamatkan. Pohon yang tumbang pada umumnya berumur 34 tahun. Adapun upaya mengatasi gangguan listrik itu akan dibahas bersama dengan PLN. Secara terpisah, Kepala UPJ PLN Pemalang Untung Susanto mengatakan, ketika diundang oleh pimpinan DPRD, pihaknya mengemukakan perlunya jarak antara pohon di wilayah Perhutani dan tiang jaringan. Sebab ketika ada pohon roboh akibat angin lisus, hal tersebut tidak akan mengganggu tiang jaringan. Pemberian jarak pohon dan jaringan akan meminimalkan anggaran daripada pembuatan jaringan di bawah tanah. Dana yang ada lebih baik dimanfaatkan untuk penambahan jaringan ke pelosok desa. Saat ini desa di daerah punggung mayoritas sudah mendapat aliran listrik PLN. Jika kerja sama antara PLN dan Perhutani itu dapat terealisasi dengan baik, diharapkan listrik di ketujuh kecamatan tidak akan padam lagi akibat dampak alam. Tujuh kecamatan itu yaitu Bantarbolang, Randudongkal, Warungpring, Moga, Belik, Pulosari, dan Watukumpul. Jaringan listrik juga dinikmati oleh sebagian masyarakat di Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal.(sf-90i) |