| Senin, 29 Nopember 2004 | PANTURA |
Ribuan Orang Berebut Air SesajiPEMALANG- Ribuan orang padati acara larung sesaji nelayan di TPI Tanjungsari, Kelurahan Sugihwaras, Pemalang, kemarin. Acara rutin setiap tahun dan jatuh tanggal 15 Hijriah itu berlangsung meriah. Selain diramaikan pergelaran wayang kulit juga khitanan massal. Sejak pagi pengunjung berbondong-bondong datang memadati lokasi acara. Pertigaan Tanjungsari yang merupakan perlintasan jalur pantura dijaga sejumlah aparat keamanan, karena banyak pengunjung yang keluar-masuk jalan. Selain itu kirab sesaji sebelum dilarung juga melewati jalan yang sama. Arus kendaraan jalur pantura terpaksa distop sementara ketika kirab sesaji lewat. Diiringi drum band pelajar, kirab melewati rute yang sudah ditentukan sejauh dua kilometer. Sesampai di TPI sesaji diletakkan di depan kelir wayang kulit berhadapan dengan tamu undangan. Setelah diruwat Ki Dalang Sudirman, sesaji kemudian diangkut ke dalam kapal dan dilarung ke tengah laut. Menjelang pelarungan terjadi kekacauan di depan tempat acara, karena puluhan orang tak sabar berebut air sesaji yang sudah diruwat. Padahal, saat itu pidato ketua panitia yang disampaikan Ketua KUD Mina Misoyosari Gustomi masih berlangsung. Lebih Meriah Panitia sedekah laut Arifin mengatakan, perayaan pelarungan sesaji atau lebih dikenal dengan sedekah laut tahun ini lebih meriah dibandingkan dengan tahun lalu. Sesaji yang dilarung berisi kepala seekor kerbau dan kambing yang bernilai Rp 4,5 juta. Adapun tahun lalu sekitar Rp 2 juta. "Dana untuk penyelenggaraan acara sedekah laut seluruhnya Rp 71 juta. Berasal dari bantuan Bupati HM Machroes SH Rp 5 juta, sisanya iuran nelayan dan bantuan KUD. Nelayan kecil ditarik iuran 0,25% dan nelayan besar 0,5% dari hasil raman (lelang laut)," katanya, kemarin. Menurutnya, acara itu merupakan tradisi turun-temurun. Termasuk sesaji yang dilarung ke laut merupakan ritual nelayan yang dilakukan sejak dulu. Namun, intinya dari acara tersebut adalah memohon kepada Tuhan agar para nelayan yang melaut diberikan berkah dengan mendapatkan ikan banyak dan jauh dari bahaya. Ketua KUD Mina Misoyosari Tanjungsari Gustomi mengatakan, hasil raman ikan tahun ini menunjukkan peningkatan. Pada 2003 hasil raman di Pemalang yang meliputi empat TPI hanya Rp 20,6 miliar. Pada 2004 sampai November menjadi Rp 24,76 miliar. Sementara untuk TPI Tanjungsari pada 2003 hasil raman Rp 18,33 miliar, dan pada 2004 Rp 22,26 miliar. Ketika ditanyakan mengenai musibah kecelakaan di laut yang dialami nelayan, menurutnya, relatif kecil. Selama 2004 hanya satu kecelakaan perahu terbalik ditabrak kapal tongkang dengan korban jiwa dua orang.(sf-42s) |