| Senin, 29 Nopember 2004 | PANTURA |
12 Rumah Rusak Diterjang Angin LisusTembok Jebol, Atap BeterbanganSLAWI- Saat di daerah bawah (dekat pantai) terjadi kecelakaan maut dengan 11 korban tewas seketika dan satu luka parah, Sabtu siang lalu (27/11), siang itu pula di daerah pegunungan di Dukuh Babakan, Desa Tuwel, Kecamatan Bojong (arah menuju objek wisata Guci-Red), terjadi serangan hebat angin lisus merusakkan 12 rumah penduduk. Menurut Kades Tuwel, Syaeful Muslim, serangan angin lisus yang memorak-porandakan belasan rumah di RT 4 RW 3 Dukuh Babakan, terjadi sangat singkat. Namun, mampu menimbulkan kerusakan hebat. Kerusakan paling parah dialami rumah milik Kosim (35), kemudian Karso (50) dan Darta (55). Rumah milik Kosim yang terletak paling atas, tembok sebelah utaranya jebol tiga meter. Atap rumahnya yang terbuat dari genteng tanah liat dan seng beterbangan menimpa atap rumah tetangga di sebelah selatan dan utara. Dia yang bekerja sebagai buruh tani langsung lari dari rumahnya. "Untunge griyo kulo niku pas sepi. Anak kulo mboten teng griyo," tutur Kosim yang mengaku sehari-hari rumahnya dia huni bersama istri dan lima putranya. Atap Beterbangan Kondisi serupa dialami rumah milik Karso. Pintu depan rumahnya langsung terlepas dan atap rumahnya yang terbuat dari seng juga beterbangan. Dia yang sedang sakit sampai sulit berteriak minta tolong ke tetangga kiri-kanan. Beruntung salah seorang tetangganya mengetahui dan menggendong ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Selain pintu depan terlepas, juga kaca jendela hancur berantakan. "Rumah yang rusak parah ada tiga, lainnya sembilan rumah mengalami rusak ringan. Tapi, rata-rata atapnya beterbangan," tutur Mustofa, tokoh masyarakat desa itu didampingi Danramil Bojong Pelda A Tohirin. Sembilan rumah warga Dukuh Babakan yang rumahnya terkena terjangan angin lisus adalah rumah milik Tamrin (70), Waluyo (35), Kudri (55), Saridin (55), Paridin (45), Buhori (33), Kasan (55), dan Muhatob (55). Asisten I Drs H Soenyoto MM, Kabag Pemerintahan Drs Hasan Munawar dan Kabag Sosial dan Mental Spiritual H Moch Nur Ma'mun SH MHum yang mendampingi kunjungan Ny Aam Agus Riyanto (Ketua Tim Penggerak PKK) dan Ny Mufrikha Hammam Miftah (Wakil Ketua Tim Penggerak PKK) mengatakan, kerugian sementara lebih dari Rp 20 juta. Kunjungan istri Bupati dan Wakil Bupati Tegal dalam rangka memberikan bantuan kepada keluarga korban angin puyuh. Keduanya memberikan bantuan masing-masing untuk pemilik rumah yang rusak berat Rp 500.000. Sembilan warga yang rumahnya mengalami rusak ringan masing-masing Rp 250.000. Berdasarkan laporan Camat Bojong Drs Edi Siswoyo dan Kades Tuwel Syaeful Muslim, seluruh korban serangan angin sejak Sabtu lalu (27/11) hingga kemarin masih tinggal di rumah-rumah tetangganya.(D12-42s) |