logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 PANTURA
Line

Asal Bawa Keterangan Polisi, Pasti Dibantu

SEPERTI sudah menjadi kebiasaan. Menjelang dan sesudah Lebaran, Kantor Sosial Kabupaten Brebes sering menjadi langganan orang yang sedang dihadapkan kesusahan.

Seperti kehilangan dompet, mau kembali ke tempat transmigrasi tidak ada biaya, maupun pendatang yang mengaku kehabisan ongkos perjalanan.

Mereka umumnya hendak meminta bantuan, karena sedang kesulitan.

Bagaimana sikap Kepala Kantor Sosial Drs H Moch Ramdhon menghadapinya? "Ya sepanjang bisa membantu, kami memberikan ala kadarnya sesuai kemampuan," paparnya kemarin.

Menghadapi orang sedang kesusahan memang tak gambang. Ciri orang yang sedang susah, gampang tersinggung. Karena itu ketika mereka datang ke kantornya, tetap mendapat sambutan ramah. Kemudian sesuai prosedur, mereka diminta membuat surat keterangan dari kepolisian.

"Kalau kecopetan di bus dan tak punya biaya melanjutkan perjalanan, cukup dengan keterangan polisi," katanya.

Selama menjelang dan sesudah Lebaran lalu, terdapat 16 orang telantar yang mendatangi Kantor Sosial untuk meminta bantuan biaya. Pernah dia didatangi seorang pria yang mengaku tak mempunyai ongkos untuk kembali ke Aceh. "Dia mengaku sebagai transmigran. Habis menengok keluarga, akan kembali tak punya biaya, sehingga meminta ke Kantor Sosial," paparnya.

Yang menyedihkan lagi, polisi pernah mengantar satu keluarga terdiri atas suami-istri plus tiga anak, dua di antaranya masih kecil.

Mereka mengaku dalam perjalanan dari Jakarta dengan tujuan Jatim. Sampai di Brebes mereka baru merasakan seluruh barang bawaan disikat maling.

Mereka mengaku saat dalam perjalanan tertidur semua, sehingga tidak mengetahui maling membawa kabur seluruh barangnya. Karena tak punya bekal lagi untuk melanjutkan perjalanan, keluarga itu turun di Brebes dan melapor ke polisi.

Menurut Ramdhon, guna membantu keperluan orang telantar sebenarnya Pemkab tidak mengalokasikan dana khusus di APBD. Namun, apabila diperlukan dia mengajukan ke Bupati. Ini sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir ini dengan memasukkan ke anggaran lain-lain Pemkab.

Anggaran ini juga sering dikeluarkan untuk membiayai atau membantu orang miskin yang menderita sakit berat.

"Dalam beberapa kasus kami sudah memberikan bantuan kepada penderita kanker dan tumor berat. Termasuk korban musibah di laut atau keluarga yang kehilangan anak atau anggota keluarganya," paparnya.

Dalam mengucurkan bantuan, Kantor Sosial sering menggunakan media massa sebagai acuan, termasuk laporan dari kepala desa dan camat. Bahkan, dalam beberapa kasus langsung merupakan temuan karyawannya di lapangan.(Wahidin Soedja-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA