| Senin, 29 Nopember 2004 | PANTURA |
Transaksi Ganja, Dua Tersangka DitangkapBREBES - Suratno (22), penjual makanan putu, agaknya tidak menyadari kondisinya. Dalam keterbatasan penghasilan, dia menginginkan hidup mewah. Karena itu, ketika temannya menawarkan untuk menjualkan satu amplop ganja kering, bujangan itu tanpa pikir panjang melaksanakannya. Sayang, ketika transaksi sedang berjalan di sebuah warung makan di Desa Kubangsari, Kecamatan Ketanggungan, polisi keburu menciumnya sehingga Suratno tak bekutik dan langsung ditangkap. Namun, dua calon pembelinya dapat melarikan diri. Kepada polisi, warga Sutamaja, Kecamatan Kersana, Brebes kemarin mengemukakan, dia hanya menuruti perintah Ismed sekadar untuk mendapatkan uang rokok. Ismed selama ini dicurigai polisi sebagai pengedar ganja di desa itu. Dia selalu menghilang dalam incaran polisi. Sabtu sekitar pukul 11.00, Suratno bertemu Ismed yang menawari untuk mencoba ganja yang dia bawa. Setelah mengisap dan merasakan kenikmatan barang haram itu, Suratno disuruh menyerahkan satu amplop ganja pada seseorang bernama Wihang dan Surya. Mereka sudah menunggu di sebuah warung makan di Desa Kubangsari, sekitar tujuh kilometer dari Desa Sutamaja, tempat tinggal Suratno. Begitu sampai ke warung itu dan bertemu dengan Wihang dan Surya, Suratno lalu menyerahkan barang tersebut. Sedianya satu amplop ganja tersebut akan dibeli dengan harga Rp 100.000. Namun begitu barang diserahkan, polisi muncul. Melihat aparat datang, dua pembeli kabur tetapi Suratno dapat ditangkap. Berdasarkan pengakuan Suratno, polisi mengetahui bahwa barang tersebut berasal dari Ismed. Ismed pun diuber sampai tertangkap. Kepada polisi, lelaki yang bekerja sebagai buruh kasar itu mengaku mendapatkan ganja dari kakaknya yang tinggal di Indramayu, Jabar. "Saya memang mendapatkan ganja dari kakak, biasanya untuk dihisap sendiri," ujarnya. Selain memakai sendiri, Ismed menyatakan sering menjadi pengedar. Akan tetapi, hal itu dilakukan kepada teman yang dikenalnya. "Kalau pengin saya sering isap sendiri. Ya untuk menghilangkan stres saja," tuturnya. Bagaimana rasa ganja itu? "Pokoknya nikmatlah. Apalagi kalau lagi stres memikirkan sesuatu, semua jadi indah," ungkap dia ketika ditanya Kanit Lidik III Aiptu Yono tentang rasa barang haram yang sering dijualbelikan itu. Sekarang kedua tersangka merasa menyesal berada dalam tahanan polisi. Mereka berjanji tak akan mengulangi perbuatannya.(wh-90j) |