logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 OLAHRAGA
Line

Redondo Gantung Sepatu

BUENOS AIRES- Mantan pemain tengah Argentina, Fernando Redondo melepas statusnya sebagai pemain sepak bola, Minggu (28/11) setelah selama enam bulan terakhir ini bergabung di sebuah klub amatir di Madrid, Spanyol sembari berlibur. Pemain yang sudah 29 kali memakai seragam timnas Argentina itu mundur pada usia 35 tahun. Dia mengatakan, tahun ini akan merupakan masa transisi sebelum hidupnya total jauh dari sepak bola.

"Saya akan menyaksikan kejuaraan liga dari sisi lain, di pinggir lapangan sebagai penonton. Itu yang saya inginkan," katanya.

Redondo, yang besar di kota Buenos Aires, memulai kariernya di Argentinos Juniors, klub di mana Diego Maradona juga memulai debutnya. Usai itu, dia merantau ke Spanyol untuk bergabung dengan Tenerife pada 1991. Setelah selalu tampil meyakinkan di Tenerife, pada 1995 peruntungannya naik. Dia dipinang raksasa Spanyol, Real Madrid dan bersama klub itu dua kali merebut trofi Liga Champions pada 1998 dan 2000.

Sebagai pemain yang memiliki ketrampilan bagus, Redondo sebenarnya punya ''hak'' untuk diutamakan dalam skuad tim nasional. Tapi, rambut gondrong yang menjadi trade mark-nya membuat dia kehilangan peluang tersebut. Pelatih Argentina masa itu, Daniel Passarela ogah memakai pemain yang punya rambut gondrong, meski si pemain punya bakat besar. Akibatnya, Redondo tersingkir. Dia sebenarnya sudah berusaha untuk ''berkomunikasi'' dengan Passarela, namun upaya itu gagal.

Entah karena sakit hati atau memang sudah merasa cocok di Spanyol, Redondo melepaskan kewarganegaraan Argentina-nya dan menjadi warganegara Spanyol, seperti yang dilakukan dua pendahulunya Alfredo di Stefano dan Jorge Valdano.

Pada akhir musim 1999/2000, Redondo meninggalkan Real Madrid dan pindah ke AC Milan karena tidak sreg dengan kebijakan bos baru Real, Florentino Perez. Tapi, para pendukungnya di stadion Santiago Bernabeu tidak senang atas kepergiannya.

Sayang, di Milan bintang Redondo suram. Dia harus menunggu dua tahun untuk bisa bermain bagi klub San Siro itu karena cedera lutut serius yang dialaminya pada Juli 2000. Hingga pergi dari San Siro, dia cuma dimainkan delapan kali. (rtr,F3-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA