| Senin, 29 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
PSM Main Imbang Lagi di KandangMAKASSAR-Setelah ditahan imbang Persija Jakarta 1-1, kembali PSM harus bermain seri dengan tamunya. Semalam, Persipura Jayapura mampu memaksakan skor 0-0 dalam lanjutan Kompetisi Liga Indonesia X dalam pertandingan di Stadion Mattoangin. Kendati tuan rumah memiliki banyak peluang, namun tidak satu pun gol berhasil diciptakannya. Bahkan hadiah tendangan penalti yang diberikan wasit Setiono menyusul pelanggaran pemain belakang Persipura Eduard Isir pada menit ke-55 juga gagal diselesaikan dengan baik oleh Ronald Fagundez. Tim tamu yang tampil dengan permainan cepat, lebih mengandalkan serangan balik melalui Diamana Alseni dan Eduard Ivak Dalam. Beberapa kali mereka mampu mengancam gawang PSM yang dijaga Hengky Oba. Akibat permainan buruk nyaris tidak berpola yang diperagakan PSM, sekitar 15.000 penonton mencemoh Pelatih Miroslav Janu. Mereka menilai pelatih itu gagal menerapkan strategi, sehingga timnya tampil buruk pada dua pertandingan kandang terakhir. Absennya Cristian di lini depan akibat akumulasi dua kartu kuning, mengakibatkan serangan kesebelasan berjuluk Juku Eja ini menjadi tumpul. Marc Orland yang menjadi striker utama tanpil buruk dan banyak membuat kesalahan. Dia tercatat memiliki dua peluang emas, namun karena pergerakannya yang lambat, dia gagal dalam perebutan bola. Masuknya A Oddang menggantikan Akbat Rasyid membuat serangan PSM menjadi hidup. Namun beberapa peluang tetap tidak mampu dijadikan gol. Pimpinan klasemen sementara ini masih akan memainkan dua partai kandang lagi, yakni melawan PSPS Pekanbaru dan PSMS Medan. Persebaya Sementara itu, keputusan PSSI menunda jadwal pertandingan antara Semen Padang melawan Persebaya Surabaya hanya beberapa jam menjelang pertandingan dimulai, Sabtu lalu, menimbulkan kekecewaan mendalam bagi pecandu sepak bola dari Sumbar, Riau dan Jambi. Tokoh masyarakat Kabupaten Solok Dr Elfi Sahlan Ben Apt di Padang, Minggu lalu menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan kekecewaan masyarakat kepada pihak KONI Pusat. Diharapkan di kemudian hari PSSI tidak lagi melakukan kesalahan demikian. Manajer Tim Semen Padang Heryandi Jahir mengungkapkan kekecewaan mendalam. Dia memutuskan akan mengumpulkan seluruh pengurus Semen Padang untuk membahas masalah ini. Tetapi yang jelas, pihak Semen Padang dan Panpel akan meminta klarifikasi mengenai pembatalan penyelenggaraan pertandingan di GOR Batutupang Kabupaten Solok. Menurut dia, Semen Padang hingga kini tidak mengetahui duduk perkara pembatalan tersebut, terutama berkaitan dengan surat keberatan Persebaya yang konon diajukan ke PSSI. "Mengherankan dalam selang tiga hari PSSI mengeluarkan keputusan menolak. Mereka menyetujui kemudian menunda pertandingan secara tiba-tiba," ujarnya. 60 % Pertandingan itu, sesuai persetujuan PSSI yang dikeluarkan Jumat sore (26/11), bakal diselenggarakan di GOR Batutupang mulai pukul 16.00 WIB keesokan harinya. Namun, PSSI secara tiba-tiba membatalkan pertandingan tersebut pukul 11.30 WIB. Padahal 60 persen karcis sudah terjual habis. Sesuai keputusan PSSI, duel Semen Padang melawan Persebaya diundur sampai 4 Desember. Tempatnya tidak lagi tidak di GOR Batutupang, tetapi di Stadion H Agus Salim Padang. Sebelumnya GOR Batutupang disetujui menjadi arena pertandingan, berhubung Staion H Agus Salim pada saat bersamaan dipersiapkan untuk konser musik. Elfi Sahlan yang juga Wakil Bupati Kabupaten Solok mengatakan, sehubungan pembatalan tersebut, Sekjen KONI sudah merespon kekecewaan masyarakat untuk selanjutnya disampaikan kepada PSSI yang membatalkan pertandingan dimaksud. "Kalau demikian caranya, olahraga akan sulit mengalami perkembangan, karena masyarakat yang meramaikan olahraga dikecewakan," ujarnya. Selanjutnya ia tetap mengharapkan kepada pihak berwenang agar pertandingan Semen Padang melawan Persebaya yang diundur sampai Sabtu 4 Desember 2004 tetap dilaksanakan di GOR Batutupang. Hal ini penting untuk menjaga hati dan perasan masyarakat yang kecewa. Kalau tidak bisa, masyarakat Kabupaten Solok akan meminta kepada Semen Padang agar menyelenggarakan pertandingan persahabatan dengan tim sepak bola dari berbagai daerah dalam rangka menyambut tahun baru. "Hal ini penting untuk mengobati kekecewaan masyarakat yang begitu besar, karena dari segi lapangan cukup bagus dan lokasinya strategis. Tempatnya mudah dijangkau dari berbegai daerah," ujarnya.(ant-22) |