| Senin, 29 Nopember 2004 | MURIA |
Legianti SakitPATI-Setelah sekitar dua minggu terbebas dari ikatan dan mulai mau bergaul dengan tetangga sekitar, Legianti kini sakit. Suhu badannya tinggi. Akibatnya, bocah itu hanya bisa tiduran di tikar plastik yang digelar di lantai tanah rumah neneknya, Mbah Tasmini (72), warga Dukuh Gawang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Winong, Pati. Sakit bocah tersebut kali pertama diketahui oleh Hj Wiwik Kotot Kusmanto, yang Sabtu siang (27/11), bersama Tim Penggerak PKK berkunjung ke Dukuh Gawang. Sementara itu Mbah Tasmini pun dalam kondisi tidak sehat. Wiwik mengatakan, semula tidak berencana menengok Lagianti. Sebab, menurut jadwal, kunjungan hari itu adalah ke Kecamatan Gembong, yakni untuk membina tim penggerak PKK kecamatan tersebut. Namun kunjungan kemudian ditangguhkan. Sebagai ganti, rombongan pun menengok Legianti. Dalam kunjungan rombongan didampingi dr Lukito, kepala puskesmas di tempat itu. Suhu badan bocah diketahui ketika Legianti yang mengetahui kedatangan ibu-ibu PKK, memeluk Wiwik. Bocah itu bahkan seperti tak ingin lepas dari pelukannya, sehingga tidak salah jika ada yang berpendapat, sejak lahir hingga berusia belasan tahun, Legianti tidak pernah mendapat kasih sayang kedua orang tuanya. ''Karena dalam keadaan sakit, kami minta dokter untuk segera mengobatinya,'' ujarnya. Menunggu Dihubungi secara terpisah, Kepala Puskesmas Winong dr Lukito mengatakan, bocah itu hanya panas biasa dan terkena gejala flu. Karena itu, setelah minum obat, Legianti diharapkan sembuh. Rencananya besok bocah itu akan dibawa ke psikater. Penyebab sakitnya Legianti, lanjut dokter, bisa jadi akibat perubahan cuaca dari musim panas ke musim penghujan. Namun tidak tertutup kemungkinan dia terlalu lelah karena banyak warga yang mengunjunginya. Sebelum terbebas dari ikatan di pohon, bisa jadi bocah tersebut juga pernah sakit. Sebab, tempat dia diikat adalah terbuka. Karena itu, kata dia, bisa saja dia sakit, tapi pada waktu itu tidak ada yang memperhatikan, Menyangkut banyaknya warga yang menengok, menurut dia, hal itu justru lebih baik. Sebab secara tidak langsung, Legianti akan bisa berinteraksi. Pihaknya berharap dengan kondisi seperti itu akan terjadi komunikasi, meski baru sebatas pada satu atau dua orang yang dikenal bocah tersebut. Lalu bagaimana jika setelah dibawa ke psikater diketahui Legianti dalam kondisi abnormal? ''Tunggu saja setelah dilakukan pemeriksaan oleh psikiater. Kalau yang dimaksud adalah keterbelakangan mental, langkah berikutnya tentu harus dirujuk untuk dirawat di rumah sakit jiwa.''(ad-90i) |