logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 KEDU & DIY
Line

Sebagian Besar Petani Tembakau

Usai Lebaran Berangkat Transmigrasi

TEMANGGUNG- Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertran) Temanggung dalam sepekan kemarin memberangkatkan 45 keluarga (176 jiwa) ke luar Jawa. Yakni 25 keluarga diberangkatkan Rabu (24/11) ke Rantau Panjang, Kalbar, sedangkan 20 keluarga (85 jiwa) diberangkatkan Minggu (28/11) ke Kapuk Lambur, Kutai Kartanegara, Kaltim.

Suasana pemberangkatan 45 keluarga transmigran yang berlangsung dua hari itu tak urung menimbulkan keharuan. Sebab mereka yang baru selesai berlebaran bersama sanak keluarga harus berangkat ke luar Pulau Jawa.

Seperti terjadi pada pasangan muda, Ramelan - Riyanti. Mereka tak kuat menahan haru saat disalami beberapa keluarganya. Suasana haru mewarnai pemberangkatan yang berlangsung di halaman Kantor Disnakertran.

'' Kami berangkat transmigrasi merupakan pilihan terakhir akibat harga tembakau terpuruk dalam empat tahun ini. Semoga di pemukiman baru nanti, kami bisa meraih kehidupan yang lebih layak,'' kata beberapa transmigran.

Petani Tembakau

Dari 45 keluarga itu, sebagian besar adalah petani tembakau. Mereka mengaku sudah tidak memiliki apa-apa lagi karena usaha pertanian terus merugi dalam empat tahun ini.

Mereka terbanyak dari Kecamatan Tretep ( sembilan keluarga), sedangkan yang lain dari Kecamatan Parakan, Kedu, Selopampang, Tembarak, Jumo, serta Parakan. Beberapa daerah tersebut merupakan kawasan sentra tembakau.

Kepala Disnakertran, Soedarwanto ketika ditemui menjelaskan, pemberangkatan kedua kelompok tersebut berdasarkan MoU tiap-tiap daerah. Karena itu, keberangkatan mereka akan lebih terjamin, sebab kedua daerah penerima benar-benar membutuhkan para transimgran.

''Sebelum berangkat, mereka sudah mendapat pelatihan berbagai keterampilan seperti pertukangan dan bengkel. Dengan demikian, nanti selain bertani, mereka bisa mengembangkan keterampilan yang memang dibutuhkan di daerah penerima,'' katanya.

Selain memberangkatkan 45 keluarga, Disnakertran juga akan memberangkatkan sekitar 50 orang tenaga kerja ke Pulau Batam. Hal itu atas permintaan beberapa perusahaan elektronik di Pulau Batam, khususnya wanita yang menguasai elektronika.

Tentang 200 keluarga penduduk Desa Bendungan, Kecamatan Tretap yang sudah mengajukan untuk ditransmigrasikan secara bedhol desa (berangkat semua), Soedarwanto mengemukakan, hal itu sedang dalam proses. Namun dia optimistis, pada 2005 nanti hal tersbut bisa terealisasi. (nt-20i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA