logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 29 Nopember 2004 EKONOMI
Line

Tarif Bongkar Muat Akan Naik 10%

SEMARANG- Tarif jasa bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) diusulkan naik sekitar 10% pada 2005, sementara tambahan tiga unit rubber tyred gantry (RTG) dan satu unit container crane (CC) segera dioperasikan akhir tahun ini.

Udaranto PH, general manager TPKS mengatakan pihaknya telah mengajukan usulan tarif baru jasa bongkar muat yang mulai berlaku 1 Januari 2005, masing-masing peti kemas 20 feet menjadi 90 dolar AS dari sebelumnya saat ini 81 dolar AS per unit, dan peti kemas 40 feet menjadi 133 dolar AS dari yang berlaku saat ini 121 dolar AS per unit.

Meski begitu tarif 2005 itu masih lebih rendah ketimbang tarif nasional (di pelabuhan lain) yang dipatok 139 dolar AS per unit peti kemas 40 feet dan 93 dolar AS per unit peti kemas 20 feet.

''Usulan kenaikan tarif ini sudah kami sampaikan dan tinggal menunggu keputusan direksi,'' ujar Udaranto, di sela-sela menyaksikan kedatangan tiga unit RTG di TPKS, kemarin.

Tiga unit RTG itu sebelumnya dioperasikan di Terminal Peti Kemas Surabaya (TPS) yang kemudian dibeli dengan harga murah untuk meningkatkan fasilitas bongkar muat TPKS. Selain TPKS, paparnya, tiga RTG eks-TPS juga dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas di Pelabuhan Banjarmasin.

Udaranto mengemukakan, tiga unit RTG tambahan tersebut akan mendukung pengoperasian satu unit CC yang dijadwalkan tiba di TPKS dari Cilegon pada 30 November 2004.

''Rasionya memang begitu, pengoperasian satu unit CC sedikitnya harus didukung dua unit RTG. Jadi kami harapkan CC dan RTG ini awal tahun depan sudah beroperasi optimal,'' katanya.

Dia menyebutkan, satu unit CC dan tiga unit RTG itu memiliki kapasitas produksi sekitar 212.000 box per tahun. Saat ini TPKS memiliki fasilitas empat unit gantry crane, delapan unit RTG, terminal peti kemas, lapangan penumpukan peti kemas seluas 82.000 m2, 20 head truck (armada trailer), pergudangan, dan lainnya.

Selain itu, tambah dia, fasilitas yang dimiliki delapan unit transtainer (SWL 40 Ts), tiga unit Top Looder, dua unit Side Looder, Container Yard seluas 77.000 m2, depo MTY (Empty) baru sebesar 28.600 m2 dan depo MTY lama 25.000 m2.

''Pelabuhan Tanjung Emas sekarang fasilitasnya sudah lengkap dan dengan pengembangan saat ini akan lebih komplit serta untuk pelabuhan feeder tidak hanya Singapura, tetapi sudah meluas di Tanjung Pelepas (Malaysia), Colombo dan Port Klang,'' ujar Udaranto.

Selain itu, TPKS juga berinvestasi untuk memperpanjang dermaga 150 meter di Pelabuhan Tanjung Emas sehingga menjadi 495 meter dari semula hanya 345 meter. ''Dengan fasilitas itu kami harapkan kalangan pengusaha dapat memanfaatkannya sehingga kami juga mampu meningkatkan produksi,'' tukasnya. (G2-82)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA