| Senin, 29 Nopember 2004 | BUDAYA |
Musik Jenaka dan Goyang Cucu CahyatiYOGYAKARTA - Ribuan penonton yang memadati Pasar Rakyat 76 tampak terhibur menyaksikan penampilan Orkes Musik (OM) Sinten Remen bersama Cucu Cahyati, Tri Utami, Rieke Dyah Pitaloka, Tukul Arwana, dan Butet Kertaredjasa, Sabtu (27/11) malam di Alun-alun Utara Yogyakarta. Acara tersebut betul-betul menjadi hiburan alternatif bagi wong cilik di Kota Gudeg. Apalagi selama tiga hari pergelaran yang dimotori PT Djarum Kudus menyuguhkan berbagai kesenian, dari kesenian tradisional hingga pentas musik bersama artis-artis ibu kota. Di seputar panggung hiburan Pasar Rakyat 76 juga digelar stan-stan yang menjual berbagai produk, sehingga suasananya mirip pasar malam yang sering digelar di daerah. Konsep kesenian ini digelar sebagai media hiburan sekaligus ajang promosi. Pada pergelaran Sabtu (27/11) malam lalu, penyanyi dangdut Cucu Cahyati dan Tri Utami diiringi OM Sinten Remen dengan bintang tamu Eros Sheila On 7 betul-betul menghadirkan hiburan yang menarik di tengah bisingnya suasana kota. Kemeriahan konser itu makin terasa komplit ketika Butet Kertaredjasa, Rieke Dyah Pitaloka dan Tukul Arwana sebagai moderator tampil komunikatif. Mereka sesekali melontarkan kritik terdahap kebijakan pemerintah maupun sikap mahasiswa yang dinilai tidak pas. Simpan Kondom Simak saja ketika Butet menjelaskan kepada Rieke Dyah Pitaloka mengenai Yogyakarta sebagai Kota Pelajar. ''Rieke kalau melihat pelajar di Yogyakarta pasti heran dan kagum, karena di kamar mereka penuh buku-buku pelajaran dan buku literatur. Tetapi jangan heran kalau di sela-sela buku itu juga tersimpan kondom,'' kata Butet yang langsung disambut tawa penonton. Kemeriahan suasana Pasar Rakyat 76 terasa komplit, ketika Tri Utami maupun Cucu Cahyati tampil memikau. Goyangan Cucu Cahyati yang cukup menantang makin menggairahkan ribuan penonton yang memadati acara tersebut. Bahkan, puluhan penonton turut bergoyang mengikuti irama musik Sinten Remen. Seperti biasanya OM Sinten Remen yang dikomandani Djaduk Ferianto tampil jenaka. Kemeriahan irama musik makin menggairah penonton yang berdesak-desakan maju ke panggung. Namun hal itu tidak sampai menimbulkan masalah, karena mereka hanya ingin bergoyang bersama artis kesayangannya. Pada penghujung acara digelar pesta kembang api. (sgt-63) |