| Senin, 29 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Sisihkan Diskon untuk Kaum DuafaSEBAGIAN keuntungan usaha semestinya dijadikan amalan untuk membantu orang miskin, anak yatim-piatu, dan kaum duafa. Pemberian bantuan secara ikhlas pasti berbuah kebaikan. Misalnya, berupa doa agar usaha seseorang atau instansi makin lancar. Konsep itu diyakini benar oleh PT Telkom Daerah Telekomunikasi (Dantel) Purwokerto. Perusahaan milik pemerintah itu sejak September lalu, saat pencanangan Bulan Bakti Telkom (27/9), mencanangkan kebijakan menyisihkan keuntungan untuk diamalkan pada warga masyarakat. Dana itu disisihkan dari diskon 2,5% pengunaan jasa telepon saluran langsung jarak jauh (SLJJ). Jadi setiap penelepon interlokal (nasional) telah pula beramal. Telkom berkomitmen terus memberikan sesuatu yang berarti ke masyarakat dan pelanggan. ''Pada tahap pertama total bantuan yang kami salurkan sekitar Rp 9,1 juta. Itu untuk membantu anak yatim-piatu, kaum duafa, yayasan sosial dan kemanusiaan, serta pembangunan masjid dan musala. Keuntungan itu memang jatah mereka,'' ujar Sukarman, Hubungan Masyarakat Telkom Dantel Purwokerto, bersama Abu Manshour, Senior Supervisor Kemitraan, Sabtu (27/11), di sela-sela penyaluran bantuan di Sokoraja dan Purwokerto. Sejumlah warga kurang mampu yang mendapat bantuan nyaris tak percaya. Sebab, pejabat perusahaan itu mendatangi mereka dari rumah ke rumah dengan sepengetahuan aparat desa. Kasini (55), Sutiyah (60), dan Karsen (70), warga Sokaraja Kulon, misalnya, menuturkan nyaris tak percaya ketika diminta menandatangani tanda terima bantuan. ''Niki kangge kulo (Ini buat saya)?'' kata Karsen kepada seorang pegawai Telkom. Janda tua yang tak punya pekerjaan tetap itu tercengang saat menerima amplop berisi uang bantuan. Beberapa warga lain yang menerima bantuan juga saling pandang dengan heran. Disimpan ''Uang ini akan kami simpan untuk cadangan kebutuhan makan sehari-hari,'' tutur Sutinah, yang kini menjadi penopang kelangsungan hidup keluarganya. Sang suami, Martawirja (70), kini terbaring di rumah karena sakit-sakitan. Selama ini warga RT 2 RW 10 Sokaraja Kulon itu hanya mengandalkan diri pada hasil buruh tani. Padahal, tidak setiap hari ada pekerjaan bagi dia. Sehari dia dibayar antara Rp 9.000 dan Rp 10.000. ''Semoga amalan ini bermanfaat bagi anak didik kami. Semoga usaha PT Telkom tambah lancar. Begitu pula pelayanannya ke masyarakat,'' ujar Disah (50), juru masak dan salah seorang pengasuh anak, yang diamini Sriningsih (20), guru mengaji di yayasan itu. Sukarman menuturkan bantuan tahap pertama adalah hasil penyisihan diskon sejak 14 Oktober hingga 1 November. Bantuan itu disalurkan ke Purwokerto, Banyumas, dan Purbalingga. Tahap selanjutnya 14 November hingga awal Desember disalurkan ke Wonosbo, Cilacap, dan Banjarnegara. ''Kami membantu tujuh masjid serta Yayasan Iksanudin Sokaraja dan Darul Khadlonah Purwokerto,'' kata Manshour. (Agus Wahyudi-86) |