| Senin, 29 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Sepekan, Dua Tewas Disambar PetirPURBALINGGA- Musim hujan di Purbalingga patut diwaspadai. Selain bencana alam, sambaran petir menjadi ancaman tersendiri. Sepekan ini, misalnya, sudah dua orang meninggal karena disambar petir. Korban pertama tewas, Senin (22/11). Sedangkan korban kedua tewas, Jumat (26/11). Korban pertama Warsidi alias Bajing (58). Warga RT 1 RW 5 Desa Karangmalang, Kecamatan Bobotsari, itu tewas terbakar setelah disambar petir, Senin (22/11). Beberapa saat sebelumnya dia sibuk sendirian memanen padi di sawah sekitar 70 m dari rumah. Sang istri, Marsiah (40), sudah memperingatkannya agar berteduh karena saat itu hujan cukup lebat. Namun Warsidi tak mengindahkan peringatan itu. Mendadak terdengar petir menggelegar. Warsidi terlempar beberapa meter. Saat didatangi istri dan tetangganya, dia sudah meninggal dengan luka bakar. Korban kedua Siran Ahmad Suheri (45). Warga RT 13 Rw 7 Desa Kedunglegok, Kecamatan Kemangkon, itu sebelumnya bersama Dalyono (35), Sein (17), dan Parto (17) memancing di Sungai Serayu, Desa Kedunglegok. Mereka tidak berkumpul di satu tempat. Ketika itu gerimis. Mereka terkejut mendengar suara petir menggelegar. Apalagi saat itu Siran terjatuh ke sungai. Mereka segera menolong. Saat Siran yang mengambang tak bergerak di sungai diangkat ternyata sudah meninggal dunia. ''Dadanya terluka. Memar dan kehitaman. Dari telinganya keluar darah segar. Jenazahnya segera dibawa pulang dan dimakamkan sore hari,'' kata polisi.(F10-86) |