SUARA MERDEKA
 
INDEKS NASIONAL Minggu, 28 Nopember 2004

SLAWI - Kecelakaan maut dengan jumlah korban 11 orang tewas seketika, satu luka berat, kemarin pukul 13.30 terjadi di perlintasan rel KA tak berpalang pintu di Dukuh Kedawung, Desa Padaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal.

SIANG itu, suasana cukup cerah di wilayah Kabupaten Tegal. Kesibukan pengguna jalan yang berlalu lalang di pintu perlintasan kerata api (KA) tanpa palang pintu di Dukuh Kedawung, Desa Padaharja, Kecamatan Kramat berjalan normal seperti hari-hari biasa. Namun sekitar pukul 13.30 kemarin, kecerahan suasana itu sontak berubah jadi kabut duka ketika sebuah mobil Kijang yang ditumpangi rombongan pengantar wisudawan Akper Bhamada, Slawi, ringsek ditabrak KA Kamandanu.

BOYOLALI - Ancaman yang dilontarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) untuk membentuk NU tandingan, menurut penuturan Wakil Katib Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas'udi, tidak boleh dianggap sepele. Ancaman itu serius dan tidak mustahil akan terjadi. "Ancaman yang dikeluarkan Gus Dur yang disampaikan di depan sejumlah kiai sepuh itu bukan gertak sambal untuk menakut-nakuti. Itu ancaman serius yang mesti direspons," ujarnya di Solo, kemarin.

HARI ini, Minggu 28 Oktober 2004, perhelatan besar kaum nahdliyyin, Muktamar Ke-31 NU, di buka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Muktamar akan berakhir 2 Desember 2004. Berbeda dengan Mukatamr Ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, muktamar kali ini diawali dengan suasana tegang sehubungan dengan pertarungan dua kubu calon kandidat, ...

Bagaimana potret NU sekarang? Apa yang akan dilakukan NU lima tahun ke depan? Bagaimana hubungan NU dengan politik, khususnya PKB? Itulah beberapa pertanyaan strategis yang mengemuka menjelang Muktamar Ke-31 NU di Asrama Haji Donohudan.

SEMARANG- Gubernur H Mardiyanto menyatakan ada lima program strategis dan mendesak yang menjadi prioritas Jateng saat ini. Kelimanya yakni penyelamatan Laguna Segara Anakan, pengembangan jaringan jalan lintas selatan, Bandara A Yani, penyelesaian jalan pantura menjadi empat lajur, dan penanganan abrasi pantai di pantura.

AROMA cokelat panas yang diteguknya pada suatu malam dua bulan lalu, tepatnya 6 September 2004, di Bandara Soekarno-Hatta, masih terasa hangatnya. Apalagi secangkir minuman itu diseruputnya bersama suami tercinta, Munir (alm), beberapa menit sebelum suaminya terbang ke Amsterdam untuk studi hukum di Utrecht.

BANDUNG - Suasana gembira merebak di kubu PSIS Semarang, menyusul keberhasilan menahan imbang 1-1 tuan rumah Persib di Stadion Siliwangi Bandung kemarin.  Manajer Tim Yoyok Sukawi langsung mengangkat kedua tangannya ke udara, dan melakukan tos dengan para ofisial lainnya yang juga tak bisa menyembunyikan kegembiraannya.

SEMARANG - Bursa pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Jateng memanas. Nama-nama yang muncul mulai unjuk kekuatan saling mengklaim dukungan dari DPD II yang memiliki suara dalam pemilihan Ketua DPD I dalam Musda pada 3-5 Desember mendatang. Klaim dukungan itu disampaikan dalam konferensi pers yang digelar dalam waktu hampir bersamaan di tempat terpisah, Sabtu kemarin.

BOYOLALI - Dukungan terhadap pasangan KH Sahal Mahfudh-KH Hasyim Muzadi sebagai Rois Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU semakin menguat. Hampir semua daerah basis massa di Jawa, mendukung pasangan tersebut. Hanya sebagian kecil dari daerah tersebut yang mendukung pasangan KH Abdurrahman Wahid-KH Mustofa Bisri.

BOYOLALI - Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasjid menegaskan akan memaksimalkan pengamanan menjelang kedatangan Presiden, sekaligus selama penyelenggaraan Muktamar Ke-31 NU. Sedikitnya 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) besar disiapkan untuk pengamanan. Selain itu, tim gegana, jihandak, dan anjing pelacak dari Divisi K-9 juga ikut disiagakan.

SELAKU Kepala Koordinasi Nasional Banser (Barisan Anshor Serba Guna), praktis H Tatang Hidayat menjadi supersibuk selama pelaksanaan Muktamar. Meski demikian, lelaki berbadan tegap ini justru jarang terlihat tampil di depan umum. Karena itu, jangan kaget bila kesulitan menemui sosok ini di depan umum.

SAAT meninjau pelaksanaan Mukmatar, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi dengan nada guyon sempat mempertanyakan keseriusan pelaksanaan muktamar. Pasalnya, dia mendapati pemasangan bendera di sepanjang jalan menuju Asrama Haji Donohudan yang asal-asalan. Juga, suasana tidak semeriah muktamar sebelumnya. Semuanya sepi-sepi saja. "Iki jane tenan apa nggak sih ?" katanya. Namun, pertanyaan itu dijawab sendiri, "Iki gara-gara ana pernyataan muktamar sudah selesai, jadi akhire panitia ya ogah-ogahan," kata dia disambut tertawa beberapa orang panitia yang mendengar.(Tim SM-58)

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA