SLAWI - Kecelakaan maut dengan jumlah korban 11 orang tewas seketika,
satu luka berat, kemarin pukul 13.30 terjadi di perlintasan rel KA tak
berpalang pintu di Dukuh Kedawung, Desa Padaharja, Kecamatan Kramat, Kabupaten
Tegal.
|
 |
SIANG itu, suasana cukup cerah di wilayah Kabupaten Tegal. Kesibukan
pengguna jalan yang berlalu lalang di pintu perlintasan kerata api (KA)
tanpa palang pintu di Dukuh Kedawung, Desa Padaharja, Kecamatan Kramat
berjalan normal seperti hari-hari biasa. Namun sekitar pukul 13.30 kemarin,
kecerahan suasana itu sontak berubah jadi kabut duka ketika sebuah mobil
Kijang yang ditumpangi rombongan pengantar wisudawan Akper Bhamada, Slawi,
ringsek ditabrak KA Kamandanu.
|
 |
BOYOLALI - Ancaman yang dilontarkan KH Abdurrahman Wahid (Gus
Dur) untuk membentuk NU tandingan, menurut penuturan Wakil Katib Syuriyah
PBNU KH Masdar F Mas'udi, tidak boleh dianggap sepele. Ancaman itu serius
dan tidak mustahil akan terjadi. "Ancaman yang dikeluarkan Gus Dur
yang disampaikan di depan sejumlah kiai sepuh itu bukan gertak sambal untuk
menakut-nakuti. Itu ancaman serius yang mesti direspons," ujarnya
di Solo, kemarin.
|
 |
HARI ini, Minggu 28 Oktober 2004, perhelatan besar kaum nahdliyyin,
Muktamar Ke-31 NU, di buka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Muktamar
akan berakhir 2 Desember 2004. Berbeda dengan Mukatamr Ke-30 NU di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri,
muktamar kali ini diawali dengan suasana tegang sehubungan dengan pertarungan
dua kubu calon kandidat, ...
|
 |
Bagaimana potret NU sekarang? Apa yang akan dilakukan NU lima tahun
ke depan? Bagaimana hubungan NU dengan politik, khususnya PKB? Itulah beberapa
pertanyaan strategis yang mengemuka menjelang Muktamar Ke-31 NU di Asrama
Haji Donohudan.
|
 |
SEMARANG- Gubernur H Mardiyanto menyatakan ada lima program strategis
dan mendesak yang menjadi prioritas Jateng saat ini. Kelimanya yakni penyelamatan
Laguna Segara Anakan, pengembangan jaringan jalan lintas selatan, Bandara
A Yani, penyelesaian jalan pantura menjadi empat lajur, dan penanganan
abrasi pantai di pantura.
|
 |
AROMA cokelat panas yang diteguknya pada suatu malam dua bulan
lalu, tepatnya 6 September 2004, di Bandara Soekarno-Hatta, masih terasa
hangatnya. Apalagi secangkir minuman itu diseruputnya bersama suami tercinta,
Munir (alm), beberapa menit sebelum suaminya terbang ke Amsterdam untuk
studi hukum di Utrecht.
|
 |
BANDUNG - Suasana gembira merebak di kubu PSIS Semarang, menyusul
keberhasilan menahan imbang 1-1 tuan rumah Persib di Stadion Siliwangi
Bandung kemarin. Manajer Tim Yoyok Sukawi langsung mengangkat kedua tangannya ke udara,
dan melakukan tos dengan para ofisial lainnya yang juga tak bisa menyembunyikan
kegembiraannya.
|
 |
SEMARANG - Bursa pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Jateng memanas.
Nama-nama yang muncul mulai unjuk kekuatan saling mengklaim dukungan dari
DPD II yang memiliki suara dalam pemilihan Ketua DPD I dalam Musda pada
3-5 Desember mendatang. Klaim dukungan itu disampaikan dalam konferensi
pers yang digelar dalam waktu hampir bersamaan di tempat terpisah, Sabtu
kemarin.
|
 |
BOYOLALI - Dukungan terhadap pasangan KH Sahal Mahfudh-KH Hasyim
Muzadi sebagai Rois Aam Syuriyah dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU semakin
menguat. Hampir semua daerah basis massa di Jawa, mendukung pasangan tersebut.
Hanya sebagian kecil dari daerah tersebut yang mendukung pasangan KH Abdurrahman
Wahid-KH Mustofa Bisri.
|
 |
BOYOLALI - Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasjid menegaskan akan memaksimalkan
pengamanan menjelang kedatangan Presiden, sekaligus selama penyelenggaraan
Muktamar Ke-31 NU. Sedikitnya 2 SSK (Satuan Setingkat Kompi) besar disiapkan
untuk pengamanan. Selain itu, tim gegana, jihandak, dan anjing pelacak
dari Divisi K-9 juga ikut disiagakan.
|
 |
SELAKU Kepala Koordinasi Nasional Banser (Barisan Anshor Serba
Guna), praktis H Tatang Hidayat menjadi supersibuk selama pelaksanaan
Muktamar. Meski demikian, lelaki berbadan tegap ini justru jarang terlihat
tampil di depan umum. Karena itu, jangan kaget bila kesulitan menemui sosok
ini di depan umum.
|
 |
SAAT meninjau pelaksanaan Mukmatar, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi
dengan nada guyon sempat mempertanyakan keseriusan pelaksanaan muktamar.
Pasalnya, dia mendapati pemasangan bendera di sepanjang jalan menuju Asrama
Haji Donohudan yang asal-asalan. Juga, suasana tidak semeriah muktamar
sebelumnya. Semuanya sepi-sepi saja. "Iki jane tenan apa nggak sih
?" katanya. Namun, pertanyaan itu dijawab sendiri, "Iki gara-gara
ana pernyataan muktamar sudah selesai, jadi akhire panitia ya ogah-ogahan,"
kata dia disambut tertawa beberapa orang panitia yang mendengar.(Tim
SM-58)
|