logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Nopember 2004 OLAHRAGA
Line

Hati dan Kaki Rifo Tetap di PSIS

BANDUNG - Bagi gelandang PSIS Semarang Khair Rifo (30), partai melawan Persib Bandung selalu spesial. Sebab jika dimainkan, dia akan mengalami perang batin. Secara profesional, dia jelas akan mati-matian untuk membawa timnya memetik kemenangan.

Namun keluarganya akan memberikan dukungan penuh buat Persib. Istrinya yang asal Bandung, Irma, memang suporter Persib.

''Hati dan kaki saya tetap untuk PSIS. Kalau sudah hitungan profesional, soal keluarga jadi nomor berikut,'' katanya kepada Suara Merdeka di Hotel Naripan Bandung, kemarin.

Bukan sekali ini saja ayah satu anak asli Medan itu harus menghadapi tim fans istrinya di lapangan. Ketika masih berkostum Semen Padang dan Persija Jakarta, dia juga pernah ketemu Maung Bandung.

Dari beberapa pertemuan itu, ketika membela Persija memberi pengalaman yang sulit dilupakan. Kala itu dia dihujat karena Macan Kemayoran berhasil menundukkan Persib di kandang sendiri dengan skor 1-0.

''Waktu itu saya dikatai pengkhianat dan sejenisnya, namun saya tak dendam,'' tegas bapak dari Dhaffa Putra (4) ini. Pada musim lalu, dia membela PSIS pada saat dijamu Persib. Pada partai itu tak ada kejadian penting. Sekalipun diejek bobotoh, itu masih dalam tahap wajar.

Ingin Bertahan

Ditanya soal masa depannya, Rifo secara tegas menyatakan ingin bertahan di PSIS. Bahkan, pemain tengah ini siap mengakhiri kariernya di Kota Semarang.

''Kalau saya masih dipercaya lagi saya siap dikontrak dalam jangka panjang,'' ungkap pemain yang juga pernah bermain untuk tim kota asalnya, PSMS.

Dia mengaku betah dengan suasana di PSIS. Hubungannya dengan manajemen tim dan pemain lain pun selalu baik. Selain itu, suporter Laskar Mahesa Jenar tak pernah mengecewakan dirinya.

Dia lalu mengisahkan ketertarikannya dengan PSIS bermula ketika dipercaya tampil di Piala Champions Asia melawan klub Korsel, Suwon.

Begitu ikut berkiprah, Rifo langsung jatuh cinta. Meminjam istilah iklan di televisi, kesan pertama langsung menggoda, dan selanjutnya ingin terus membela PSIS.

''Kontrak saya akan berakhir seiring dengan selesainya KLI X. Saya belum punya rencana dengan klub lain kecuali berharap tetap dipakai PSIS.'' (A7-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA