| Jumat, 26 Nopember 2004 | OLAHRAGA |
Murdoko Janji Hindari Politik Uang dalam MusordaSEMARANG- Setelah mendapat dukungan dari sejumlah pihak, salah satu kandidat calon ketua umum KONI Jateng Murdoko SH mulai merapatkan barisan untuk menghadapi Musorda KONI yang akan berlangsung di Bandungan, 18-19 Desember mendatang. Kesiapan Ketua DPRD Jateng ini disampaikan di depan sejumlah pengurus daerah cabang olahraga, kemarin di RM Danti. Mereka yang hadir di antaranya pengurus cabang tinju, wushu, renang, IMI, basket, voli, tenis meja, bridge, karate, PSSI, taekwon-do, squash dan beberapa pengurus KONI kota/kabupaten. "Pada PON XVI Kaltim, Jateng harus bisa masuk tiga besar. Untuk menjawab tantangan itu, empat tahun mendatang diperlukan persiapan yang lebih bagus. Mulai tahun depan TC harus sudah dimulai," janji Murdoko. Agar cita-cita itu tercapai, selain persiapan lebih dini, atlet - atlet potensial harus diperhatikan dengan harapan mereka tidak lari ke daerah lain. Saat ini mereka sudah dikejar - kejar daerah lain dengan iming - iming yang cukup menjanjikan. "Untuk menghindari hal tersebut, masa depan atlet harus mendapat jaminan. Atlet yang berprestasi tapi telanjur lari ke daerah lain, akan kami ditarik ke Jateng kendati untuk itu butuh dana yang tinggi" tandasnya. Politik Uang Musorda yang akan berlangsung selama dua hari tersebut diperkirakan akan berjalan ketat, karena calon ketua umum lebih dari tiga. Pemilihan kemungkinan akan berlangsung dua tahap. Karena itu, tidak heran kalau sekarang muncul isu politik uang seperti yang dikhawatikan beberapa peserta. Dikhawatirkan akan terjadi jual beli suara dari calon tertentu seperti yang sudah beredar sebelumnya. "Dunia olahraga sangat erat kaitannya dengan sportivitas. Harus dijunjung tinggi. Karena itu, pemilihan ketua umum jangan sampai terkontaminasi oleh politik uang. Saya tidak akan melakukan hal itu," tegasnya. Kendati dirinya orang politik, Murdoko berjanji tidak mencampur aduk olahraga dengan politik, sehingga kalau terpilih tidak akan memasukkan orang - orang politik ke jajaran KONI Jateng. "Yang jelas kepengurusan KONI akan kami rampingkan dengan melibatkan tokoh-tokoh yang betul - betul tahu olahraga. Kewenangan - kewenangan sepenuhnya akan kami serahkan kepada pengda. sehingga pengda sebagai pemilik atlet harus dinomorsatukan." Murdoko juga berjanji menambah sarana olahraga. Dalam waktu dekat ini akan tambah satu sarana olahraga balap motor, yang setidaknya mirip Sirkuit Musi Banyuasin, Sumsel yang menjadi arena balap motor PON XVI. "Saya ingin PON bisa di Jateng lagi, seperti PON I 1948 yang digelar di Solo," tambahnya. (C16-77) |