| Jumat, 26 Nopember 2004 | NASIONAL |
Enam Joki Ujian CPNS Tertangkap
SEMARANG- Sedikitnya enam joki dalam seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) dilaporkan ke Badan Pengawas Provinsi (Bawasprov) Jateng. Mereka adalah seorang dari Boyolali, tiga orang dari Kabupaten Magelang, dan dua orang dari Kendal. Kepala Bawasprov Anwar Cholil mengakui adanya laporan tersebut. Para pelaku perjokian itu telah diproses oleh polisi. Sekda Jateng Mardjijono di sela-sela peninjauan proses penerimaan jawaban ujian CPNS dari 34 kota/kabupaten (minus Kabupaten Demak) ke Bawasprov Jalan Pemuda Semarang, Kamis kemarin, meminta pelaku perjokian seleksi CPNS itu diproses sesuai dengan hukum yang berlaku. ''Pelakunya harus dikenai hukuman setimpal. Adapun peserta ujian yang digantikan orang lain dinyatakan gugur,'' ungkapnya sambil menambahkan informasi itu diterima Rabu malam. Dia menegaskan, tindakan tersebut perlu dilakukan karena perekrutan ini sebagai awal menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebas KKN. Mereka yang lolos ujian adalah kader-kader bangsa yang diharapkan mampu berperan menciptakan pemerintahan yang baik, bersih, transparan, dan bebas KKN. Diperoleh informasi, praktik perjokian itu melibatkan pasangan suami istri. Seorang suami yang berstatus guru tidak tetap (GTT) pada SMK di Boyolali ketahuan menjadi joki istrinya, Wid. Kasus tertangkapnya laki-laki berinisial Mar itu berawal dari kecurigaan pengawas ujian di Boyolali. Petugas melihat seseorang yang menyelinap masuk ruangan nomor 5. Peserta tanpa nomor ujian itu langsung duduk di kursi yang bernomor 1178182 atas nama Jumadi, peserta yang tidak hadir pada hari itu. Petugas yang curiga dengan gerak gerik ''peserta'' itu segera mendekat untuk menanyakan identitas pria tersebut. Namun, pria itu berusaha kabur dengan meminta izin untuk mengambil alat-alat tulis. Petugas terus mengawasinya. Pada saat dia ke luar ruangan, petugas melihat Mar membawa dan menukar soal yang diambil dari SMK dengan soal tes yang berada di ruang 5. Polisi segera mengamankan orang tersebut. Kepada petugas, Mar mengaku istrinya tidak bisa hadir ujian sehingga dia mencoba menggantikannya. Namun, setelah menerima bahan ujian ternyata materi tes tidak sesuai dengan bahan tes yang dimaksud. Karena itu dia ingin mengambil bahan tes untuk guru TK/SD dari SMK. Upaya tersebut justru membongkar kedoknya sebagai joki.(G1-58i) | ||||