logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 26 Nopember 2004 KEDU & DIY
Line

Bupati Bantul Mulai Boyongan

BANTUL - Meski pemilihan bupati masih akan dilakukan bulan depan, Bupati Bantul Drs H Muhammad Idham Samawi beserta keluarga sudah mulai boyongan ke rumah pribadinya. Hal itu dilakukan untuk mematuhi aturan yang berlaku, walau pemilihan bupati dijadwalkan berlangsung bulan depan.

Menurut Idham Samawi, pada 12 Desember 2004 ia menyerahkan mandat kepada rakyat Bantul. Apakah nanti bertemu kembali atau tidak, tetapi yang jelas dalam pertemuan itu ia menyamapikan terima kasih dan permintaan maafnya selama lima tahun bertugas bersama rakyat Bantul.

Bupati Bantul mengatakan hal itu saat dilaksanakan ikrar syawalan antara pimpinan dan karyawan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bantul, di halaman Pendapa Parasamya, baru-baru ini. Hadir juga Muspida beserta jajaran pimpinan Polres, Kodim, dan Pengadilan Negeri Bantul.

''Saya hanya manusia biasa, bertangan dua, setiap hari makan nasi. Tanpa perjuangan dan kerja keras saudara sekalian, saya bukanlah apa-apa dan tak bisa apa-apa,'' kata Idham Samawi merendah.

Idham juga membeberkan, selama lima tahun terakhir Kabupaten Bantul mencapai banyak kemajuan. Tercatat di antaranya, pemberian bantuan tiga babon ayam kepada semua murid Sekolah Dasar (SD) di Bantul.

Pemberian gizi dan kesehatan kepada ibu hamil, pendidikan lanjutan kepada guru, pemberian kesejahteraan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan guru, pembangunan gedung sekolah, bahkan tercatat prestasi siswa dari Bantul mewakili NKRI di Olimpiade.

Menjadi Rp 32 Miliar

Prestasi lainnya tercatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bantul yang semula Rp 6,2 miliar menjadi Rp 32 miliar lebih. Hal lain yang membanggakan, produksi beras Bantul sekarang ini lebih tujuh ton per hektare.

Sementara itu secara nasional, baru lima ton per hektarenya. Belum lagi pembangunan sarana dan prasarana lainnya, termasuk pembangunan jalan yang mengesankan.

''Selasa lalu, saya mendampingi Menteri Kimpraswil dan Gubernur DIY dalam satu bus berkeliling wilayah di beberapa kabupaten. Menteri sendiri mengakui, jalan masuk ke kampung-kampung di Bantul sudah di aspal, dikonblok atau dicorblok. Itu berbeda dengan kabupaten lain yang dilewati beliua. Itu semua tak lain karena swadaya masyarakat Bantul yang tinggi dan mendapat stimulan,'' jelas Idham.

Meskipun banyak mencapai prestasi yang mengesankan dan sangat bermanfaat bagi peningkatan kesejahteraan rakyat, namun ia berpesan agar semua itu dinilai sendiri oleh rakyat. Itu perlu disampaikannya, karena memang ada pihak-pihak yang tidak mau mengakuinya.(sgt-76a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA