| Jumat, 26 Nopember 2004 | KEDU & DIY |
Bisa Bangkrut jika Dosennya Tak BerkualitasYOGYAKARTA - Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Suyanto PhD berpesan kepada dosen-dosen muda, agar dapat mencari teknologi dan metodologi yang berguna, sehingga mahasiswa dapat mengerti apa yang diajarkan kepadanya. Pesan tersebut disampaikannya ketika membuka pelatihan Pengembangan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (Pekerti), di Gedung Unit Pengembangan Sumber Belajar UNY. Pelatihan yang berlangsung hingga 1 Desember 2004 itu, diikuti 29 peserta dosen-dosen muda non-kependidikan UNY. Menurut Prof Suyanto, untuk bisa memotivasi mahasiswa, harus tahu bahasa mahasiswa. Lulusan biasanya lemah dalam sintesis, akibatnya sering mengalami kebingungan dalam mengambil tindakan. Dicontohkan, seorang lulusan dari sebuah perguruan tinggi terkenal tidak bisa mencari pekerjaan. Lulusan tersebut akhirnya bertanya ke sana kemari, baik kepada teman maupun kerabat, serta meminta tolong kepada mereka untuk mencarikan pekerjaan. Sebaliknya, seseorang yang hanya lulus STM mampu membuka lapangan kerja sendiri, misalnya dengan membuka bengkel kecil-kecilan sambil berjualan oli. Mencari Kekurangan Pada bagian lain sambutannya, Prof Suyanto mengatakan, universitas bisa bangkrut jika kualitas dosen pengajarnya kurang. Ketika sang dosen menggelar satu sesi perkuliahan dan tidak ada mahasiswa yang bertanya, maka si dosen harus segera merefleksi diri untuk mencari kekurangan dan kelemahannya. Pembantu Rektor I UNY, Prof Sugeng Mardiyono PhD selaku ketua panitia penyelenggara mengatakan, setiap mendapat tambahan dosen baru, UNY selalu berusaha untuk membekali dosen yang berasal dari universitas non-kependidikan itu supaya mendapat pengetahuan pengelolaan pembelajaran. Mulai tahun ini, tidak hanya dosen dari non-kependidikan, tapi yang dari kependidikan juga diberi pelatihan; tentunya secara bertahap. (P12-76a) |