| Jumat, 26 Nopember 2004 | BUDAYA |
Gerimis Tak Pudarkan Pasar RakyatYOGYAKARTA -Sejumlah artis Ibu Kota bersama kelompok Sinten Remen semalam meriahkan Pasar Rakyat 76 yang digelar di Alun-alun Utara Yogyakarta. Suasana gerimis tidak mengubah minat ribuan pengunjung menyaksikan acara tersebut. Pasar Rakyat 76 yang digelar selama tiga hari menampilkan Butet Kertaredjasa, Rieke Diah Pitaloka, Tukul Arwana, Cucu Cahyati, Trie Utami. Selain itu, dan dimeriahkan dengan kesenian tradisional jathilan, angguk, reog, campursari, serta wayang kulit. Menurut Eko Bebek selaku koordinator pertunjukan, PT Djarum sengaja menggelar acara itu secara langsung di daerah-daerah. Dengan demikian, diharapkan pecinta Pasar Rakyat 76 bisa langsung menyaksikan dari dekat dan tidak hanya menyaksikan melalui siaran televisi. Acara dimulai layaknya pasar rakyat sungguhan, yakni mulai pukul 16.00 hingga tengah malam. Di sela-sela acara tersebut juga digelar berbagai kesenian tradisional. Kemerihan seemakin terasa ketika tampil Sinten Remen pimpinan Djadug Ferianto dengan moderator acara Butet Kertaredjasa bersama Rieke Dyah Pitaloka dan Tukul Arwana. Canda Kalau masyarakat biasanya hanya bisa melihat atau menyaksikan Pasar Rakyat 76 di sebuah televisi swasta, semalam mereka bisa langsung bercanda dan berdialog dengan artis pujaannya secara leluasa dan mesra. Suasana semakin hidup ketika Butet, Diah, dan Tukul selaku moderator panggung tampil komunikatif. Banyolan lucu dan sindiran yang dilontarkan ketiga moderator panggung itu sepertinya meluncur enak didengar. Padalah semua itu berjalan sesuai skenario, tetapi anehnya meluncur halus dan enak didengar telinga. Itu karena dimainkan oleh seniman panggung yang sudah berpengalaman, sehingga wajar apabila tingkah laku dan bicara yang diucapkan selalu enak. Pasar Rakyat 76 di Alun-alun Utara Yogyakarta ini disaksikan ribuan penonton. Pagelaran ini menjadi hiburan alternatif bagi masyarakat usai merayakan liburan Lebaran. (sgt-81) |