logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 SALA
Line

Pemindahan Pedagang Pasar Ampel Molor

BOYOLALI - Rencana pemindahan pedagang pasar Ampel ke pasar darurat di Desa Kaligentong, Kecamatan Ampel, Boyolali, diperkirakan tidak sesuai dengan jadwal yang ditentukan, atau molor.

Semestinya, mereka (para pedagang) harus sudah mengosongkan pasar Ampel, Jumat (26/11). Namun hingga kemarin, sebagian pedagang belum membongkar kiosnya. Bahkan ada yang tidak mau pindah, dan bertahan di sekitar pasar dengan membuat kios atau dasaran (tempat berjualan) sendiri.

Sekretaris Paguyuban Pedagang Pasar Ampel (PPPA), Suwarno mengatakan, sebagian pedagang memang tidak akan menempati pasar darurat. Mereka akan bertahan di sekitar pasar, atau menempati kiosnya sendiri yang berada di luar pasar.

Mereka keberatan pindah, lantaran dasaran di pasar darurat dinilai kurang luas. Selain itu, pemegang surat izin dasaran tetap (SIDT) diberi dasaran yang tidak seimbang.

''Coba bayangkan, punya SIDT sepuluh kok hanya diberi satu dasaran. Itu tidak seimbang. Minimal mendapat dua dasaran,'' katanya.

Luas dasaran, lanjutnya, semestinya empat meter persegi bahkan lebih. Tetapi hanya diberi tiga meter persegi, bahkan ada yang 2,5 m2. Luas dasaran itu tidak layak, dan untuk menempatkan dagangannya tidak cukup.

Karena itu, sebagian pedagang mengambil jalan pintas, yakni membangun kios atau los sendiri di sekitar pasar Ampel. Pedagang rela mengeluarkan uang sendiri daripada menempati pasar darurat yang kurang layak.

Kurang Kuat

Mengenai kualitas bangunan pasar darurat, dia kembali meragukan. Apalagi pernah roboh. Karena itu, harus dimaklumi bila pedagang mencari tempat sendiri di luar pasar darurat. Mencari tempat sendiri tidak memberatkan pemerintah. Sebab dibangun dengan biaya sendiri.

''Saya menduga, dari 800 pedagang hanya 40 % yang menempati pasar darurat,'' kata dia.

Pimpinan kegiatan (pimket) pembangunan pasar darurat, Mulyono BcHk dalam keteranganya beberapa waktu lalu mengaku optimis, pemindahan pedagang sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Sebab, kerusakan dasaran sudah diperbaiki. Selain itu, tiang penyangga dasaran yang dikhawatirkan roboh juga sudah diperkuat. (shj-20a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA