logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 SALA
Line

Terminal Tirtonadi Solo Kelebihan Beban (1)

Dipindah atau Diperluas

MASA angkutan lebaran sudah lewat, namun bagi dunia transportasi angkutan umum masih menyisakan harapan, paling tidak agar ada pembenahan di sektor sarana. Salah satunya adalah Terminal Bus Tirtonadi Solo.

Saat ini, dengan semakin meningkatnya jumlah angkutan dan penumpang, terminal tersebut sudah overload (kelebihan beban), tidak lagi bisa menampung kehadiran bus dan penumpang.

Apalagi pada saat-saat sibuk, seperti pada musim liburan, khususnya hari raya Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru.

Kondisi seperti itu, bukan tidak dicermati Pemerintah Kota Surakarta. Badan Perencanaan Daerah (Bapeda) sudah membuat perencanaan, berikut studi kelayakannya. Bapeda merencanakan perluasan melalui proyek relokasi ke kawasan Mojosongo dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar.

Kalangan anggota DPRD juga sudah mendesak agar secepatnya melakukan perluasan untuk mengatasi kondisi terminal yang seperti itu. Namun, meski wacana itu sudah mencuat ke permukaan, tampaknya rencana tersebut masih jauh dari harapan. Banyak kendala yang dihadapi untuk merealisasi proyek itu.

Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan(DLLAJ) Solo, Ponco Wibowo SH SpN mengakui bahwa terminal sudah tidak lagi memadai kapasitasnya untuk menampung bus dan penumpang yang masuk. Apalagi pada saat sibuk seperti masa Lebaran yang baru saja lewat. "Kebutuhan terminal tidak hanya untuk bus parkir, tetapi juga perlu lahan untuk jalur penurunan, pemberangkatan, manuver bus, dan ruang tunggu," katanya.

Alternatif

Dengan berbagai kebutuhan itu, lanjutnya, luas terminal saat ini sekitar 3,5 hektare sudah tidak memadai lagi. Kondisi seperti itu sering menimbulkan kesulitan dalam mengatur bus maupun penumpang. Akibat lainnya, muncul kemacetan yang terjadi tidak hanya di dalam tetapi juga di luar terminal.

"Kalau di dalam sampai macet, di jalan depan terminal juga macet, karena banyak bus menunggu giliran masuk," tambahnya.

Untuk mengatasi kondisi seperti itu, pihaknya sudah mengusulkan adanya perluasan terminal. Dua alternatif diajukan, yaitu perluasan dengan relokasi (pindah lokasi ke tempat lain), dan melakukan perencanaan ulang dengan mengoptimalkan terminal dengan lahan yang ada di sekitarnya. Saat ini, di barat terminal ada tanah pemerintah yang kosong, yaitu sebagian Taman Tirtonadi.

"Sisa tanah Taman Tirtonadi saat ini ada 1,5 hektare. Kalau dengan alternatif itu, maka terminal akan menjadi lima hektare. Untuk jangka pendek, rencana itu bisa mengatasi kondisi tersebut. Sementara itu jangka panjang, dengan relokasi. Sebagai pemakai fasilitas itu, kami hanya bisa mengusulkan," ujarnya.

Tampaknya, harapan berbagai kalangan untuk memperluas terminal itu untuk sementara waktu belum bisa terealisasi. Apalagi kalau mengacu kepada perencanaan Bapeda, yang memilih relokasi dengan dana sekitar Rp 100 miliar. Banyak kendala untuk mewujudkannya. Meskipun sebenarnya proyek pembangunan terminal terpadu itu sudah mendapat persetujuan Departemen Perhubungan, agar segera direalisasi. (Sri Wahjoedi-17a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA