logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 SALA
Line

Wali Kota Diyakini Tak Terlibat

  • Pencairan Dana Asuransi DPRD

BALAI KOTA - Meski LSM Masyarakat Anti Korupsi Surakarta (MAKs) mengusik status Wali Kota Surakarta H Slamet Suryanto sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi APBD 2003, Pelaksana Tugas Harian (Plt) Kepala Badan Informasi dan Komunikasi, Drs Purnomo Subagyo, meyakini orang nomor satu di Pemkot itu tidak terlibat.

Pasalnya, fotokopi surat keterangan otorisasi (SKO) belum tentu bisa dijadikan bukti keterlibatan Wali Kota dalam kasus dugaan korupsi itu. "Fotokopi SKO itu belum tentu bisa jadi buki keterlibatan Wali Kota. Pasalnya, dalam memberikan tanda tangan di SKO tersebut sudah merupakan kewajiban Wali Kota dan sudah sesuai prosedur. Beliau menandatangani SKO tersebut untuk keseluruhan anggaran, bukan cuma untuk pencairan asuransi," paparnya kepada wartawan, kemarin.

Seperti diwartakan sebelumnya, LSM Masyarakat Anti-Korupsi (MAKs) menyampaikan laporan atas dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan Wali Kota. Dasar pengaduan yang dilayangkan Presidium MAKs Drs Djowo Semito MM dan Arif Sahudi SH dalam kasus dugaan korupsi pada pos belanja lain-lain pada APBD 2003 yang kini ditangani Polwil, yakni pada 2003, Wali Kota telah mengeluarkan SKO untuk pencairan polis asuransi jiwa bagi anggota DPRD Kota Surakarta (SM, 24/11).

Menurut Purnomo, sesuai dengan prosedur SKO ditandatangani Wali Kota setiap tiga bulan untuk mencairkan APBD secara global.

Setelah menandatangani SKO untuk keseluruhan anggaran, SKO tersebut dipecah ke masing-masing unit kerja untuk mencairkan masing-masing pos.

Jika Wali Kota tidak menandatangani SKO, keseluruhan pos anggaran tidak bisa dicairkan. "Itu sudah sesuai dengan prosedur. Kalau Wali Kota menolak menandatangani, proses penganggaran akan terhenti," tegasnya.

Disinggung apa yang akan dilakukan Wali Kota menghadapi pengaduan LSM yang getol memaparkan kasus dugaan korupsi itu, Purnomo belum bisa merincinya. Pasalnya sejauh ini, pengaduan yang disampaikan ke Polwil itu belum disampaikan ke Wali Kota. "Kami masih menunggu temuan dan penyidikan lebih lanjut dari Polwil," katanya. (G18,G19-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA