logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 PANTURA
Line

Kamar Tempat Naskah Tes Disegel

BATANG - Pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) benar-benar dilaksanakan secara transparan dan fair play. Bahkan, naskah soal tes disimpan dalam kamar rumah dinas bupati yang pintu dan jendelanya disegel dengan papan.

Bahkan petugas yang mengambil naskah tes yang didampingi anggota Sapol PP termasuk mobil yang digunakan dicatat Bupati.

Yang unik, kunci kamar itu tidak dipegang Bupati Bambang Bintoro tapi diserahkan Sekda Soetadi SH MM selaku Ketua Panitia Seleksi CPNS. Bahkan, untuk lebih menjaga keamanan ditempatkan polisi untuk berjaga-jaga.

Bupati begadang 24 jam didampingi Kabag Kepegawaian Alimudin SH hanya untuk menjaga kerahasiaan naskah tes.

''Saya menjamin, pelaksanaan tes CPNS yang diadakan di Batang bersih dari unsur KKN karena penentuan soal dan kelulusan berada di pusat. Saya harapkan, para peserta tidak tergoda bujuk rayu orang yang mengaku bisa membantu dengan imbalan sejumlah uang,'' tandas Bupati disela-sela peninjauan pelaksanaan tes. Dalam peninjauan itu, Bupati didampingi Asisten III H Drajat Himawan SSos serta Kepala Bawasda H Edy Witjaksono SH MM.

Pelaksaan tes CPNS kemarin dilaksanakan serempak di 57 sekolah mulai dari SD sampai SMA diikuti oleh 7.746 peserta. Dari jumlah itu, yang diterima hanya 277 orang.

Kabag Informasi dan Kehumasan Dra Hj Lany Dwi Rejeki MM yang mendampingi peninjauan tes mengungkapkan, dari 7.746 untuk tenaga pendidikan yang dibutuhkan 165 orang. Tenaga kesehatan seperti dokter umum, dokter gigi, perawat sampai ahli rontgen ada 660 pendaftar dan yang dibutuhkan 62 tenaga. Sementara itu, untuk tenaga strategis lainya dari jenjang pendidikan SMA sampai S1 ada 6.180.

Peserta tes tidak hanya dari Kabupaten Batang saja. Namun juga diikuti oleh para peserta dari luar daerah, seperti Kendal, Semarang, Pati, dan Rembang. Mereka sengaja mendaftarkan CPNS di Batang karena di daerahnya tidak ada formasi sesuai dengan ijazah yang mereka miliki. Selain itu, peserta dapat informasi penerimaan CPNS di Batang benar-benar bebas dari KKN.

''Ternyata banyak juga dari Kendal yang ikut. Apa alasannya?" kata Bupati saat meninjau ruang 22 SMP 3 tempat tes bagi tenaga kedokteran.

''Saya tertarik di Batang karena pelayanannya tertib. Selain itu, jaminan dari Bupati yang benar-benar bebas KKN,'' ujar dr Budi Cahyono Ponco Utomo.

Pelamar tenaga strategis, Drs Agustinus Teguh Imanto, menuturkan, sejak proses pendaftaran berlangsung secara tertib. Panitia juga komunikatif dengan memberikan informasi yang berhubungan dengan pelaksanaan penerimaan CPNS.

''Pada saat pelaksanaan tes, panitia sebelumnya telah mengumumkan lokasi tempat tes. Bahkan, di beberapa tempat dipasangi penunjuk lokasi di samping masyarakatnya sangat bersahabat karena bersedia mengantar saya sampai lokasi,'' ungkap alumnus FISIP Untag 1991.

Dia menyebutkan, tes yang dia jalani kemarin merupakan yang kali keempat. ''Mudah-mudahan tes kali ini membawa keberuntungan, saya bisa lulus dan diterima menjadi PNS,'' harap warga Penyangkringan, Weleri, Kendal itu.

Kesan Batang bebas dari KKN itu sangat mendalam bagi peserta tes. ''Saya sengaja ikut CPNS di Batang karena tahun kemarin seleksi benar-benar murni. Dan, untuk tahun ini pun Bupati Batang telah menjamin pelaksanaan tes CPNS bersih dari unsur KKN,'' papar Hendrik.(ar-90j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA