| Kamis, 25 Nopember 2004 | PANTURA |
Lembar Jawab Salah, Peserta Nyasar
SLAWI - Tes tertulis penerimaan CPNS di Kabupaten Tegal yang berlangsung mulai pukul 08.00 kemarin dan diikuti 10.046 peserta yang tersebar di 52 lokasi diwarnai dengan berbagai masalah yang menganggu kenyamanan peserta. Sebagai contoh, kasus di SMEA YPE Kalisapu Slawi. Banyak peserta protes karena lembar jawaban yang dibagikan panitia salah. Lembar jawaban soal bagian pertama justru untuk soal bagian kedua. Kejadian itu cukup mengganggu konsentrasi para peserta tes. Mereka semakin gelisah ketika panitia harus bolak-balik mengambil lembar jawaban pengganti ke kantor BKD di kompleks perkantoran Pemkab Tegal yang berjarak sekitar tiga kilometer. Para peserta mengeluh karena kesalahan lembar jawab itu membuat waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal-soal yang bersifat nasional berkurang. Pasalnya, panitia tidak memberikan tambahan waktu. Akibatnya, peserta harus bekerja ekstrakeras mengerjakan soal tersebut. ''Payah. Soale angel-angel, waktune kurang,'' gerundel seorang peserta. Beberapa peserta di lokasi lain yang meminta tambahan waktu tidak ditanggapi pengawas tes. Sebab, menurut penuturan sejumlah pengawas, mereka tidak punya wewenang memberikan kebijakan tambahan waktu. ''Namun, waktunya cukup kok. Wong sampai pukul 13.00,'' tutur seorang pengawas. Tidak Hadir Masalah lain yaitu banyak peserta yang tidak hadir. Akibatnya, banyak kursi yang kosong di sejumlah ruangan. Sejumlah pengawas pada awalnya menunggu sesuai dengan tenggang waktu keterlambatan yang telah diatur. Namun, hingga batas waktu 15 menit yang ditentukan tetap saja banyak peserta yang tidak hadir. Akibatnya, pengawas di berbagai ruangan, sesuai dengan instruksi dari panitia penyelenggara memutuskan untuk mendiskualifikasi peserta yang tidak hadir melebihi batas waktu keterlambatan yang telah ditentukan. ''Ini memang sesuai dengan aturan. Peserta yang terlambat lebih dari 15 menit dinyatakan diskualifikasi. Maksudnya tidak boleh masuk ruangan untuk mengerjakan soal-soal yang diujikan,'' tutur Drs Chusni Priyanto, anggota panitia penerimaan CPNS Kabupaten Tegal yang juga Kepala Bidang Dokumentasi Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Tegal. Rojikin AH, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal yang ikut memantau pelaksanaan tes CPNS bersama Bupati Agus Riyanto di sejumlah lokasi ujian mengatakan, selain banyak peserta yang tidak hadir, banyak pula peserta yang tidak mengetahui lokasi ujian. Akibatnya, banyak peserta yang nyasar. Meskipun demikian, kasus tersebut cepat diantisipasi panitia. Mereka tetap diperbolehkan mengerjakan soal-soal di lokasi tersebut yang kursinya kosong. Lalu, lembar jawaban mereka tetap dikirimkan oleh panitia ke lokasi dan ruangan yang sesuai dengan nomor tesnya. ''Saya anggap sosialisasi lokasi ruang tes oleh panitia kurang, sehingga banyak peserta yang nyasar,'' ujar Rojikin AH. (D12-90e) |