| Kamis, 25 Nopember 2004 | PANTURA |
Selama Arus Mudik dan Balik17.764 Kendaraan Melintas di PanturaKAJEN - Selama arus mudik dan balik Lebaran, sedikitnya 17.764 kendaraan melintas di jalur pantura Kabupaten Pekalongan. Dari jumlah tersebut, motor yang paling banyak. Kapolres Pekalongan AKBP Drs Lotharia Latief melalui Kasat Lantas AKP Yayat Syarif Hidayat menandaskan, dari pengamatan di Pos Pengamanan Lebaran yang tersebar di jalur pantura, fluktuasi arus mudik dan balik didominasi motor, yaitu 7.504 kendaraan. Data tersebut berdasarkan pengamatan selama 15 hari sejak H-8 sampai H+6 Lebaran. Dalam rentang waktu pengamatan yang sama, mobil yang melalui jalur tersebut 6.187 kendaraan dan bus 4.073. Secara umum, pelaksanaan pengamanan bisa dikatakan sukses. Hal itu dengan melihat keterpaduan semua instansi pelaksanaan pengamanan di lapangan sesuai dengan perencanaan. Selain itu, jalur di sekitar Pasar Wiradesa yang selama ini menjadi sumbu kemacetan juga dapat dibuka dan lebih ancar dari tahun lalu. "Hal itu berkaitan dengan kerja keras semua anggota tim dari berbagai instansi dalam menghalau para pedagang dan kendaraan tradisional agar tidak melebar ke tepi jalan," paparnya. Sementara itu selama pengamanan arus mudik, ujar Yayat, terjadi tiga kecelakaan serius yang menyebabkan dua meninggal dan beberapa orang luka berat termasuk salah seorang aparat Polres yang sampai saat ini masih dirawat di RS Siti Khodijah Pekalongan. Operasi Ketupat Candi 2004 juga menurunkan tingkat kriminalitas dan pelanggaran lalu lintas. Jika 15 hari sebelum operasi ada tujuh kasus kriminalitas, pada 15 hari saat operasi turun menjadi lima kasus. Pelanggaran Menurun Sementara itu, jumlah pelanggaran lalu lintas juga menurun. Bila pada 15 hari sebelum operasi ada 16 pelanggar, maka 15 hari saat operasi turun menjadi 13 pelanggar. Lebih terperinci Kapolres menegaskan, dari beberapa evaluasi pengamanan tahun ini ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk perbaikan tahun depan, yaitu perbaikan beberapa sarana dan prasarana seperti jembatan penyeberangan di sekitar Pasar Wiradesa, jalan alternatif, penambahan lampu penerangan, serta kemungkinan pembangunan jalan tembus lain. Dengan demikian, saat terjadi kemacetan di pantura bisa cepat dibuka dan tidak menjadi lebih parah. Namun, yang tidak kalah penting adalah kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas karena keamanan di jalan raya juga ditentukan empati masyarakat untuk mau menghormati pengendara lain. "Orientasi penanganan kemacetan ke depan sudah saatnya ditingkatkan menjadi peningkatan keamanan. Sebab, inti dari Operasi Ketupat Candi adalah bagaimana masyarakat bisa merasa aman saat berlebaran dari berbagai tindak kriminal," tuturnya.(G16-42j) |