| Kamis, 25 Nopember 2004 | PANTURA |
Sembilan Terserang DB, 3 Meninggal
PEKALONGAN - Memasuki musim penghujan, demam berdarah (DB) mulai menyerang Pekalongan dan Batang. Rumah Sakit (RS) Siti Khodijah Kota Pekalongan dalam beberapa hari terakhir ini merawat sembilan anak yang dinyatakan positif DB. Dari sejumlah itu, tiga di antaranya meninggal, yakni Pratama Arif (9) dan Filza (8), keduanya warga Krapyak Kidul, Kota Pekalongan serta Alifta (9 bulan) warga Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan. Hal itu disampaikan Wakil Direktur RS Siti Khodijah dr Ali Imron ketika menerima kunjungan Ketua DPRD Kota Pekalongan Salahudin dengan anggota Drs Jamaludin, Muhammad Muslih, dan Hanif di RS Siti Khodijah, kemarin. Di RS tersebut, rombongan wakil rakyat itu diterima Wakil Direktur dan beberapa staf ruangan anak-anak yang menangani DB. Mengingat kunjungan itu mendadak, rumah sakit pun tidak langsung memberikan informasi saat itu juga. Ali Imron baru memberikan keterangan setelah meminta waktu beberapa saat untuk mengambil data-data di rumah sakit itu. Menurut penuturan Imron, lima pasien lain yang diserang DB adalah Dihan (8 tahun) warga Jalan Mahoni Raya, Slamaran, Kota Pekalongan dan empat lainnya warga Batang, yakni Lutfi warga Jalan Yos Sudarso Batang, Linda (5 tahun) dan Sulistyo warga Karangasem, Batang, serta Fikan dan Rabit. Empat Sembuh Dari sejumlah itu, kini yang masih dirawat di RS Siti Khodijah tinggal dua pasien, yakni Linda warga Karangasem dan Dihan warga Slamaran. Empat lainnya sudah sembuh dan diperbolehkan pulang. Khusus untuk Dihan dirawat di ruang anak-anak. Anak ini sudah dirawat seminggu dan kondisinya sudah membaik. Terhadap pasien dari Kota Batik ini, Ketua DPRD memberikan semangat kepada orang tuanya agar tabah. DPRD kemudian memberikan bantuan sekadarnya untuk memperingan biaya perawatan. Menurut keterangan dr Imron, di rumah sakitnya baru terdapat pasien DB dalam beberapa minggu ini setelah terjadi perubahan musim kemarau menuju ke penghujan. Sebelumnya, pasien yang dirawat di rumah sakit milik Yayasan Al Irsyad Alislamiyah ini banyak dijumpai penyakit campak. Namun, kini campak cenderung menurun dan malahan mulai tampak DB. Penanganan DB di rumah sakitnya, diakui ditangani secara cepat. Ini terjadi karena di rumah sakitnya terdapat dokter jaga 24 jam. "Jadi, kapan saja ada pasien datang, akan langsung diperiksa," ungkapnya menjawab pertanyaan anggota DPRD Muhammad Muslih yang mengaku mendapat informasi dari keluarga pasien bahwa ketika pasien datang tak ada dokter yang merawatnya. "Informasi itu tidak benar. Sebab, saat itu ada dokter jaga dr Muh Jaelani. Hanya, keluarga pasien memilih dr Basyir sehingga rumah sakit terpaksa menghubungi dokter yang dituju. Namun karena pasien masuk ke rumah sakit sudah tergolong dalam kategori berat, tidak bisa ditolong dan kemudian meninggal," paparnya.(A15-90j) |