| Kamis, 25 Nopember 2004 | MURIA |
Lagi, Ditemukan Fosil Binatang PurbaBLORA - Menyusul penemuan fosil kerbau purba yang diperkirakan sudah berusia 1 juta - 2 juta tahun lalu di Kecamatan Menden, Blora, kini tim Yayasan Mahameru Blora kembali menemukan fosil binatang purba jenis pemakan daging yang diperkirakan juga berusia jutaan tahun. ''Temuan kami kali ini berupa patahan-patahan tulang sejumlah 30 lebih. Kesimpulan sementara, fosil tulang itu adalah binatang purba pemakan daging namun bukan jenis yang besar,'' ungkap Ketua Yayasan Mahameru Blora Gatot Pranoto BE kepada Suara Merdeka, kemarin. Dia mengemukakan, temuan fosil baru itu secara lisan telah dilaporkan ke Dinas Pariwisata Blora dan barangnya saat ini untuk sementara disimpan di Kantor 2 Rumah Sejarah Blora Jalan A Yani. ''Ya, untuk sementara barang purbakala itu kami amankan di rumah sejarah milik kami,'' ujar Gatot. Sebagaimana diberitakan, prediksi orang bahwa di sepanjang bantaran sungai Bengawan Solo Cepu kaya akan benda purbakala ternyata tidak melenceng. Terbukti, sudah banyak temuan fosil. Baru-baru ini tim Yayasan Mahameru Blora menemukan fosil kerbau purba yang diperkirakan berusia 1 juta - 2 juta tahun lalu. Lokasi penemuan di Desa Singget, Kecamatan Menden. Informasi Warga Saat ditanya tentang kronologi penemuan, Gatot yang Ketua KPU Blora itu menuturkan, beberapa pekan setelah pihaknya menemukan fosil kerbau purba, kembali ada informasi dari warga bahwa tidak jauh dari lokasi penemuan juga ada patahan-patahan tulang dalam jumlah yang banyak. Atas informasi itu, Yayasan Mahameru kembali mengirimkan tim ke lokasi, tepatnya di Dukuh Kuwung, Desa Singget, untuk meneliti apakah serpihan-serpihan tulang itu fosil atau tidak. Sesampainya di lokasi, ternyata serpihan-serpihan tulang yang berjumlah puluhan itu merupakan fosil binatang yang usianya diperkirakan jutaan tahun. ''Karena merupakan benda purbakala berharga, tim kemudian membawa pulang potongan-potongan tulang itu untuk selanjutnya disimpan di Rumah Sejarah yang selama ini dikelola Mahameru.'' Gatot menyebutkan, potongan tulang-tulang itu antara lain berupa potongan tulang kaki, pinggul, dan sebagian tulang kepala. Karena bentuknya berupa potongan-potongan, pihaknya belum bisa menyimpulkan fosil itu jenis binatang apa. Hanya perkiraan semula adalah fosil binatang purba jenis pemakan daging. Dengan penemuan itu, kini Yayasan Mahameru telah memiliki banyak koleksi benda bersejarah berupa fosil, keramik, dan sejumlah benda sejarah lainnya. (ud-15j) |