| Kamis, 25 Nopember 2004 | SEMARANG |
PKL Kembali Berjualan di Depan Masjid AgungSYAWALAN atau Lebaran Ketupat benar-benar dimanfaatkan oleh para pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini direlokasi di sepanjang bantaran Kali Tuntang. Pada momentum tahunan itu, para PKL kembali berjualan di depan Majid Agung Demak. Baik pedagang cindera mata maupun pedagang makanan banyak mendirikan tenda di sana. Setidaknya ada 25-30 tenda PKL di sana. Mereka benar-benar menangguk untung dari para peziarah yang jumlahnya ribuan. Kebanyakan peziarah berasalah dari luar Kota Demak. Hal itu terlihat dari pelat nomor mobil dan bus yang diparkir di tempat parkir masjid. Antara lain pelat nomor B, F, E, D, S, W, DK, KT, KM, DS, dan DR. Dwi Wahyudi (20) menyatakan senang bisa berjualan di depan masjid. ''Kalau disuruh memilih, ya lebih enak jualan di sini (depan masjid-Red). Lebih mudah dijangkau para peziarah,'' ungkapnya. Dia menambahkan, di antara barang-barang yang paling laku terjual adalah peci rajut seharga Rp 15.000/buah, pisau dapur sekitar Rp 1.000-Rp 5.000/buah, tasbih yang dijual dengan harga Rp 15.000-35.000/buah, dan gantungan kunci mobil bertuliskan huruf Arab "Allah-Muhammad" Rp 10.000/biji. Para pedagang itu pada umumnya mengaku, berjualan di depan Masjid Agung selama Lebaran Ketupat ini pendapatannya meningkat dari hari-hari biasanya. Artinya, banyak barang mereka yang terjual kepada pemudik dan peziarah dari luar kota. Pada umumnya, para PKL mengaku untung Rp 400.000-Rp 500.000/hari. Jika dibandingkan dengan berjualan di tepi Kali Tuntang, memang berbeda. ''Di tempat jualan lama, kami sepi pembeli. Paling-paling sehari omzet kami hanya Rp 200.000/hari,'' tutur Ny Suwarni (37). Ny Ninik, PKL yang menjual berbagai jenis sandal dan kerajinan tas kulit itu juga menangguk untung. Barang dagangannya berupa sandal antirematik Rp 12.500/pasang, teklek khusus wanita Rp 10.000/pasang, sandal dagadu Rp 12.500/pasang, dan sandal prabu Rp 15.000/pasang laku keras. Suvenir buatan asli Demak seperti asbak kayu bertuliskan kaligrafi ''Demak'', hiasan kaligrafi Arab, gambar Masjid Agung Demak, dan gambar Sunan Wali Sanga serta jam gedhek sangat digemari peziarah dari luar kota. (Arwan Pursidi-84n) |