logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 KEDU & DIY
Line

Jawaban Soal Tes Diduga Bocor

YOGYAKARTA - Puluhan peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kota Yogyakarta mampu mengerjakan soal hanya dalam sepuluh menit.

Pasalnya, salah seorang peserta yang mengerjakan soal di SD Ungaran memperoleh bocoran jawaban dari Jakarta. Alhasil, peserta lain juga memperoleh jawabannya.

Salah seorang peserta menceritakan, semula dia dan teman-temannya tidak percaya ketika ada seorang peserta mengatakan mendapat telepon dari Jakarta dan sudah memperoleh jawaban soal pengetahuan umum dan skolastik.

Namun, ketika ternyata benar, mereka lantas dengan cepat mengerjakannya dan langsung keluar setelah selesai.

Peserta yang lain juga mengakui, jawaban soal yang dia peroleh dari mulut ke mulut ternyata benar. Dia juga memperoleh kabar ada seorang peserta sudah melakukan kontak dengan seseorang di Jakarta untuk mendapatkan bocoran jawaban. Namun, dia tidak mengetahui siapa peserta tersebut.

Dari cerita peserta tes, jawaban soal yang bocor adalah kode soal nomor 010 dan 030 untuk pengetahuan umum dan skolastik. Jawaban yang tersebar dari mulut ke mulut ternyata sama dengan soalnya. Tidak mengherankan, kemudian mereka hanya memerlukan 10 menit untuk mengerjakannya.

''Saya tahu dari mulut ke mulut. Semula peserta tidak begitu percaya. Namun, setelah mengerjakan dan ternyata cocok ya sudah tinggal menyesuaikan dengan bocorannya,'' ujar seorang peserta sambil berlalu.

Sejumlah peserta seusai mengerjakan soal dan berada di luar saling bisik-bisik. Mereka membicarakan bocoran jawaban yang tersebar dari mulut ke mulut. Namun, mereka juga tidak mengetahui pasti siapa penyebar pertama bocoran soal itu.

Bantah

Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto kepada wartawan membantah telah terjadi kebocoran jawaban soal. Menurutnya, berbagai pihak termasuk aparat kepolisian menjaga ketat soal-soal tes tersebut. Dia menyangsikan hal itu bisa terjadi di wilayah kota. ''Tidak mungkin terjadi di Kota karena pengawalan soal sangat ketat sejak kemarin (Selasa, 23/11),'' tandas Herry.

Kendati demikian, dia mengemukakan, kalaupun benar terjadi dugaan kebocoran, dia akan berkonsultasi dengan pusat. Termasuk langkah-langkah apa yang harus ditempuh, misalnya tes diulang atau ada kebijakan lain.

Dia memaparkan, biaya penyelenggaraan tes sangat besar yakni Rp 160 juta. Jika kemudian diulang maka perlu biaya lagi. Karena itu, dia harus berkonsultasi dengan berbagai pihak terutama pusat.

Sekretaris Daerah Pemprov DIY Ir Bambang SP menjelaskan, pihaknya akan melacak apakah benar telah terjadi kebocoran. Dia pernah menjanjikan akan memberikan hadiah uang cukup banyak bagi pemberi informasi suap-menyuap dan perilaku tidak benar dalam tes CPNS kali ini. ''Kalau dugaan kebocoran terjadi di wilayah Kota Yogyakarta, ya itu kewenangan Pemkot,'' jelasnya.

Dia menambahkan, kemungkinan bocor sangat kecil karena prosedur pengiriman soal sangat ketat. Dia sendiri pun mengikuti prosesnya. (D19-76e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA