logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

AS Sedia Pulihkan Hubungan dengan Iran

SHARM EL-SHEIKH - Menlu AS Colin Powell, Selasa lalu, mengisyaratkan bahwa Washington suatu saat nanti bersedia memulihkan hubungan diplomatik dengan Iran. Kesediaan itu disampaikan setelah kedua negara itu mengadakan kontak tingkat tinggi paling lama dalam beberapa tahun.

Powell, yang berbicara dengan mitranya dari Iran hari Senin lalu di jamuan makan malam konferensi internasional, mengatakan AS ''pada waktunya nanti'' mungkin mengadakan perundingan langsung dan meninjau hubungan kedua negara jika Teheran menyatakan keprihatinannya atas hubungan terorisme dan program nuklirnya.

Pernyataan Powell tersebut diyakini menyulut spekulasi tentang prospek mencairnya hubungan, saat Pemerintahan Presiden George W Bush membahas apakah akan merangkul atau menentang satu negara yang dicap sebagai ''poros kejahatan'' bersama Korut dan Irak sebelum perang.

Ditanya apakah AS suatu saat nanti mungkin mempertimbangkan pemulihan hubungan dengan Iran, Powell mengatakan, ''Pada saatnya nanti''. ''Tidak ada gunanya jika dalam hubungan internasional masih ada permusuhan permanen atau kebencian di antara dua negara,'' katanya dalam satu wawancara dengan jaringan televisi AS ABC.

Tingkatkan Harapan

Pernyataan menenangkan itu disampaikan Powell setelah Iran, Senin lalu, memenuhi tuntutan internasional untuk menangguhkan aktivitas pengayaan uranium, yang sebagian memotivasi AS untuk menuduh Teheran sedang mengembangkan bom nuklir.

Meski para diplomat dan analis politik memperkirakan tidak ada terobosan dalam waktu dekat, Powell mungkin meningkatkan harapan bagi dimulainya pendekatan dengan satu negara yang oleh AS dianggap ''Setan besar''.

Beberapa diplomat Eropa menyatakan, negosiasi-negosiasi mereka untuk membujuk Iran agar membatalkan program nuklirnya hanya akan berhasil jika Washington terlibat.

Dalam beberapa tahun terakhir, AS dan Iran diam-diam mengadakan perundingan tingkat rendah, di bawah pengawasan internasional, tentang Irak dan Afghanistan.

Powell menyatakan dia tidak memprediksi perundingan resmi AS-Iran, namun mengulangi pernyataan sebelumnya. ''Pada saatnya nanti, perundingan itu akan terjadi,'' katanya. (rtr-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA