logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

Ketua PLO Janji Teruskan Langkah Arafat

RAMALLAH - Ketua baru PLO Mahmud Abbas berjanji melanjutkan langkah Arafat. Hal itu disampaikan setelah dia dipilih oleh faksi Fatah yang dominan sebagai kandidatnya untuk menggantikan almarhum pemimpin Palestina itu.

Menlu Rusia Sergei Lavrov, yang mengadakan serangkaian pertemuan tingkat tinggi dengan para pejabat kedua pihak Selasa malam lalu, mengatakan dia merasakan ada kesediaan baru di antara pemimpin Israel dan Palestina untuk bergerak maju setelah kematian Arafat.

''Kami berjanji melanjutkan langkah yang dilakukan Anda (Arafat) untuk mewujudkan impian yang selalu menyertai Anda, yaitu mendirikan negara Palestina merdeka dengan Jerusalem sebagai ibu kotanya,'' kata Abbas pada sidang khusus parlemen untuk menghormati mendiang pemimpin Palestina tersebut.

''Kami tidak akan diam sampai hak pulang kami diperhatikan dan keadaan para pengungsi diperbaiki,'' tambahnya.

Abbas dipilih secara aklamasi oleh komite pusat Fatah Senin malam lalu, dan akan disahkan oleh Dewan Revolusioner pada Kamis ini.

Dia kini menjadi calon favorit untuk memenangi pemilihan 9 Januari mendatang guna menggantikan Arafat sebagai presiden Otoritas Palestina. Terutama, saat kelompok militan Hamas memutuskan untuk memboikot pemilihan tersebut.

Abbas mengambil-alih sebagai ketua Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) tidak lama setelah Arafat meninggal pada 11 November lalu.

Tingkatkan Harapan

Kematian pemimpinan kawakan itu dan kemunculan Abbas yang moderat sebagai penggantinya telah meningkatkan harapan bagi bangkitnya kembali proses perdamaian Timur Tengah yang hampir mati. Menlu Rusia Lavrov, yang sedang berkunjung ke Ramallah, mengatakan dia merasakan tanda-tanda positif di antara para pemimpin Israel dan Palestina.

''Saya merasa ada kesediaan di kedua pihak untuk mengadakan pemilihan dan melaksanakan penarikan dari Gaza,'' kata Lavrov seusai bertemu di Ramallah dengan Abbas, PM Ahmad Korei, dan penjabat Presiden Otoritas Palestina Rawhi Fattuh.

''Di kedua pihak, ada pengertian tentang perlunya langkah-langkah berkait dengan tahap pertama peta jalan (perdamaian Timur Tengah),'' jelasnya.

Tampak terdorong oleh pertemuan itu, Abbas mengatakan perundingan tersebut membahas ''hal-hal penting yang mendorong kami bergerak menuju masa depan yang cerah,'' katanya.

Sebelumnya, Lavrov bertemu PM Israel Ariel Sharon. Sharon memintanya menyampaikan pesan kepada para pemimpin Palestina, yang intinya Israel bersedia memulai lagi proses perdamaian jika Palestina mengendalikan kerusuhan anti-Israel.

''Israel ingin melanjutkan proses perdamaian namun perlu suasana yang tenang dan perang melawan teror,'' kata Sharon. (afp/yahoo-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA