logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

Roti Bergambar Bunda Maria Dijual Seharga Rp 252 Juta

MIAMI - Sepotong roti lapis bakar berumur 10 tahun, yang dilelang pada situs lelang eBay, terjual dengan harga fantastis yaitu 28.000 dolar (sekitar Rp 252 juta).

Harga setinggi itu bisa dimakhlumi, karena dalam roti lapis keju tersebut dilaporkan ada gambar Bunda Maria-nya. Satu kasino internet membenarkan pihaknya telah membeli roti lapis tersebut, dengan menyatakan roti bertuah itu telah menjadi ''bagian dari budaya pop''.

Goldenpalace.com menyatakan pihaknya akan membawa roti lapis itu keliling dunia sebelum menjualnya kembali dan menyumbangkan hasilnya ke badan amal.

Diane Duyser, dari Florida, mengatakan roti lapis keju itu tidak pernah berjamur sejak dia membuatnya 10 tahun lalu. Saat lelang roti itu ditutup Senin lalu, penjualan itu menerima lebih dari 1,7 juta penawar di tempat lelang.

''Kami akan memanfaatkan roti lapis ini untuk mengumpulkan uang bagi badan amal, dan kami berharap langkah itu juga akan meningkatkan semangat semua orang,'' kata Richard Rowe, CEO kasino itu.

''Dengan ribuan pertanyaan lewat search engine, tak pelak lagi hal itu membuktikan banyak orang ingin tahu lebih banyak tentang roti tersebut. Dan Golden Palace akan membantu menjelaskannya.''

Bawa Keberuntungan

''Kami yakin bahwa semua orang bisa melihatnya dan mempelajari kekuatan mistiknya bagi mereka.''

Pekan lalu, Duyser menjelaskan kepada wartawan roti lapis itu telah membawa keberuntungan baginya -- termasuk memenangi kasino sebesar 70.000 dolar (sekitar Rp 630 juta) di dekat rumahnya di Florida.

Duyser mengatakan dia mengetahui gambar Bunda Maria berada dalam roti lapisnya saat dia akan melipat roti itu pada musim gugur tahun 1994. ''Saat saya ingin mencicipinya, saya melihat gambar Bunda Maria itu melihat ke arah saya,'' katanya, seperti dikutip harian Chicago Tribune.

''Saya berteriak memanggilnya,'' katanya, sambil menunjuk ke arah suaminya, Greg. ''Pada awalnya kejadian itu membuat saya takut.''

Dia mengaku tidak melakukan hal yang tidak-tidak dalam membuat roti lapis itu, kecuali menyimpannya di kotak plastik, namun anehnya ''roti tersebut tidak pecah atau remuk, atau berubah bentuk dan warnanya.''

Namun demikian, sebelum melelang roti lapisnya, Duyser memperingatkan si pembeli bahwa roti tersebut ''tidak untuk dikonsumsi''.

Keberhasilan lelang itu mengilhami para penjual menitipkan sejumlah barang tiruan di tempat lelang online, termasuk roti panggang, T-shirts, piring hias, dan nama-nama daerah yang mengandung gambar Bunda Maria.

Seorang penjual bahkan menawarkan pemanggang roti ''Bunda Maria'' -- meski diskripsi barang itu memuat peringatan bahwa barang itu ''mungkin atau tidak mungkin menghasilkan gambar Bunda Maria''.(bbc-niek-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA