| Kamis, 25 Nopember 2004 | INTERNASIONAL |
Pakistan dan India Ingin DamaiNEW DELHI - Perdana Menteri Pakistan Shaukat Aziz mengatakan kemajuan perlu dicapai bagi penyelesaian sengketa Kashmir, guna meningkatkan proses perdamaian antara India dan Pakistan. ''Menyangkut Jammu-Kashmir, kami percaya isu ini perlu diselesaikan. Dan kemajuan isu-isu lainnya akan bergantung pada perkembangan penyelesaian isu Jammu-Kashmir,'' katanya kepada para wartawan, setelah berunding dengan PM India Manmohan Singh di New Delhi, Rabu. New Delhi mengatakan, perbaikan hubungan di antara kedua negara bertetangga yang sama-sama memiliki senjata nuklir tersebut seharusnya tidak terganggu oleh sengketa mereka mengenai Kashmir. Menurut Aziz, pembicaraan damai akan dilanjutkan dengan membahas sejumlah isu. Dan dia sangat berharap kedua negara - yang telah tiga kali berperang selama 50 tahun terakhir - dapat mencapai perdamaian yang berkesinambungan. Wilayah Jammu-Kashmir (wilayah Kashmir yang dikuasai India) menjadi akar permusuhan antara India dan Pakistan, sejak kedua negara serumpun itu lepas dari penjajahan Inggris pada 1947. Dua dari tiga perang yang melibatkan kedua negara bertetangga tersebut dipicu oleh konflik Kashmir. ''Pertemuan Aziz dan Manmohan Singh merupakan upaya untuk mencoba menempatkan kembali proses perdamaian sesuai rencana semula,'' kata Pran Chopra, pengamat masalah Asia Selatan. Kunjungan Aziz ke New Delhi dilakukan, setelah sengketa diplomatik pecah pekan lalu ketika PM Singh bersikukuh takkan menetapkan ulang batas wilayah Kashmir India dan Kashmir Pakistan. (rtr-ben-30) |