logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 25 Nopember 2004 INTERNASIONAL
Line

Myanmar Ingkar Janji

YANGON - Junta militer Myanmar mungkin mengingkari janjinya untuk membebaskan hampir 4.000 tawanan, meskipun tawanan politik paling terkenal kedua telah dilepaskan dari penjara negara itu.

Para kerabat sekitar 1.300 sampai 1.400 tawanan politik paling senior di negara yang dulu bernama Burma tersebut mengatakan, Rabu kemarin, tak seorang pun tahanan dibebaskan sejak Sabtu lalu.

Jumat (19/11), sehari setelah pemerintah mengatakan akan membebaskan 3.937 orang yang ditahan di penjara-penjara seluruh negara itu, lebih dari 200 tawanan dibebaskan.

Di antara para tawanan yang kembali dapat menghirup udara bebas adalah Min Ko Naing (42). Dia pemimpin kampanye mahasiswa untuk demokrasi yang dihancurkan secara kejam oleh militer pada 1988.

Dia merupakan tawanan politik paling terkenal setelah ikon demokrasi Aung San Suu Kyi, yang sekarang sedang menjalani tahanan rumah. Namun, hanya sekitar 200-an tawanan politik telah dibebaskan, kata sumber-sumber oposisi.

Para jenderal yang berkuasa mengumumkan pembebasan massal tersebut segera setelah penyingkiran PM Khin Nyunt dan badan intelijen militer yang dia pimpin.

Kelompok-kelompok HAM menuduh, intelijen militer tetap menahan tawanan politik di penjara setelah hukuman resmi mereka selesai dijalani. Pemerintah Myanmar tidak menyebutkan siapa saja yang akan dibebaskan.

Koran-koran pemerintah sama sekali tidak menulis tentang pembebasan massal tersebut.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA