| Kamis, 25 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Peserta Mengeluh, Soal SulitBANJARNEGARA - Meski hanya memilih satu dari lima jawaban yang benar, sebagian besar peserta seleksi tertulis calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengeluh soal itu terlalu sulit. ''Terutama logika dasar. Peserta lulusan SLTA angkatan lama tentu belum pernah mendapat mata pelajaran logika. Bagaimana mampu menjawab?'' keluh seorang peserta tes formasi pramukantor. Soal lain seperti pengetahuan umum, matematika, bahasa Indonesia, bahas Inggris, dan PPKN tak kalah sulit. Peserta ujian yang sudah cukup lama lulus memang harus bersaing dengan calon lain yang baru saja lulus sekolah atau kuliah. ''Ingatan kami yang sudah lama lulus tentu tak sesegar yang baru saja lulus.'' Lelaki yang menjadi pegawai tak tetap pemerintah lebih dari 10 tahun itu mengatakan, tes CPNS tahun ini kesempatan terakhir. Jika gagal, tahun depan tak bisa mengikuti lagi karena terbentur batas usia maksimal. ''Semoga lulus. Kalau tak diterima, sampai tua tetap jadi PTT,'' ujar dia dengan nada pesimistis. Ada 6.001 peserta, kemarin, mengikuti seleksi tertulis CPNS. Tes dilaksanakan di 25 sekolah yang terdiri atas 314 kelas. Setiap kelas maksimal rata-rata hanya terisi 15 orang. Tes dimulai pukul 08.00 sampai 11.00. Pada 90 menit pertama peserta menghadapi 90 soal pilihan berganda. Setelah istirahat 10 menit, peserta masuk kembali dan mengerjakan 60 soal pilihan berganda dengan waktu 90 menit. Sebagian besar peserta meninggalkan ruangan sebelum waktu habis. ''Pusing. Habis soal yang disajikan lebih banyak teori dan logika,'' ujar peserta lain. Kepala Bagian Tata Usaha Badan Kepegawaian Daerah Drs Suharjo mengatakan, seleksi lancar. Untuk menjaga keamanan melibatkan Polri dan Satpol PP. Panitia induk terpaksa melebur sampai sore untuk mencocokan dan meneliti lembar jawaban dan soal. ''Peserta tes tahun ini tak ada yang cacat. Tahun ini tak ada formasi khusus bagi pengajar sekolah luar bisa.'' (A9-86) |