| Kamis, 25 Nopember 2004 | BANYUMAS |
625 Peserta Tes CPNSD Tak HadirCILACAP - Sebanyak 625 peserta tes CPNSD Kabupaten Cilacap tak hadir dalam tes, kemarin. Tes diikuti 8.953 orang dari 9.578 peserta terdaftar. ''Peserta yang tak hadir merata di tiga kelompok tes, baik pendidikan, kesehatan, maupun tenaga strategis lain,'' kata Ketua Panitia Seleksi CPNSD Kabupaten Cilacap 2004, Sekda Drs Sayidi. Dia menyatakan ada peserta terlambat lebih dari satu jam, sehingga dilarang memasuki ruangan. ''Toleransi keterlambatan hanya 30 menit. Jika terlambat satu jam jelas tak bisa masuk ke ruang tes.'' Dia menyatakan banyak peserta tes kebingungan mencari lokasi tes. ''Mereka baru mencari lokasi pada saat tes akan dilaksanakan. Seharusnya beberapa hari sebelum tes mereka sudah memastikan ruang tes masing-masing.'' Sementara itu, Kepala Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Drs Sutarjo mengemukakan panitia sudah memasang pengumuman soal lokasi tes sejak 13 November. Pengumuman itu dipasang juga di berbagai kantor kecamatan. Dia mengatakan, setelah dihitung dan ditandatangani seluruh lembar jawaban peserta akan dibawa ke Semarang untuk dikoreksi. ''Koreksi dilakukan di Semarang. Pengiriman berkas dilakukan panitia didampingi dua anggota DPRD.'' Lepas dari beberapa kekurangan itu, kata dia, secara keseluruhan tes CPNSD berlangsung lancar dan aman. Tes dimulai pukul 07.00 dan selesai pukul 12.00. Arus di jalan utama ke lokasi tes juga lancar, meski lebih padat daripada hari-hari biasa. Dari 8.953 peserta tes akan diambil 325 orang. Mereka akan mengisi kebutuhan tenaga kependidikan atau guru (214 orang), tenaga kesehatan (61), dan tenaga strategis lain (50). Di Purbalingga Sejumlah peserta tes CPNSD Purbalingga tak diizinkan masuk ke ruangan tes oleh pengawas, kemarin. Mereka dipersilakan pulang karena telat lebih dari 15 menit, batas toleransi yang diberikan pengawas. Di SMAN 1 setidaknya ada tiga peserta disuruh pulang dan tiga di SMPN 1. Seorang peserta terlambat datang di SMAN 1 hampir 30 menit. Saat memasuki sekolah itu peserta tersebut kebingungan mencari ruang kelas tempat tes. Dia dipersilakan pulang ketika bertanya ke pengawas. Ketika dia berjalan ke luar sekolah, muncul lagi dua peserta lain yang terlambat. Nasib mereka pun sama, disuruh pulang. ''Mereka seperti tak berniat ikut tes. Pengumuman tempat tes dan denah sekolah dipasang sejak Senin (22/11). Namun mereka masih bertanya di mana ruangannya. Berarti dua hari itu mereka tak menengok ke sini. Ada yang mengaku baru datang dari Yogyakarta. Itu risiko mereka,'' kata Kepala SMAN 1 Sukarman SPd. Ada 487 orang mengikuti tes CPNSD di sekolah itu. Namun tak semua datang. Ada yang memang tak datang, ada pula terlambat dan tak diizinkan masuk ke ruangan. Mereka rata-rata lulusan STM listrik, otomotif, dan mesin. Adapun peserta dari S1 jurusan arkeologi hanya 10 orang. Para peserta tes menempati 25 ruang kelas. Sementara itu, di SMPN 1 dua dari tiga orang yang terlambat adalah perempuan. Mereka terlambat sekitar setengah jam. Mereka mengira tes dimulai pukul 08.00. ''Dia bilang, berarti salah informasi. Lalu saya tanya, 'Anda dapat informasi dari mana bahwa tes dimulai pukul 08.00?'," kata Kepala SMPN 1 Drs Supardan MM. Peserta itu berasal dari Kecamatan Rembang, Kalimanah, dan Karangmoncol. Peserta putri dari Karangmoncol sudah berangkat awal. Dia diantar orang tuanya. Namun tiba di Kecamatan Bojongsari dia baru ingat kartu tesnya tertinggal di rumah. Dia balik lagi ke rumah sehingga terlambat di tempat tes. Di SMPN 1 dari 360 peserta. Empat peserta tidak hadir dan tiga terlambat. Adapun di SMAN 2 ada 412 peserta. Tidak hadir 86 orang. Secara keseluruhan, peserta tes CPNSD Purbalingga tahun ini 2.934 orang. Mereka memperebutkan 254 lowongan, yaitu 164 orang guru, 60 tenaga kesehatan, dan 30 tenaga teknis tertentu. (G21,F10-86) |