| Kamis, 25 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Disediakan 3.150 Ton Urea/HariBANYUMAS - Memasuki musim tanam Oktober-Maret ini, PT Pusri Palembang dan PT Petrokimia Gresik menjamin pasokan pupuk ke petani di eks Karesidenan Banyumas tetap terpenuhi. Pupuk yang disalurkan Pusri adalah urea. Adapun Petrokimia memasok SP36, Phonska, ZA dan KCL. Pupuk jenis itu saat awal musim tanam memang banyak dipakai petani untuk mempersubur lahan yang ditanami hingga beberapa hari setelah masa tanam. Jaminan tersebut, kemarin, diungkapkan oleh Kepala Pemasaran PT Pusri Wilayah Banyumas Asnawi dan Kepala Pemasaran PT Petrokimian Wilayah Kedu-Banyumas Gatot Suhadi. Data tersebut setiap minggu dipantau komisi pupuk kabupaten di bawah koordinasi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Suyatno SSos, Kepala Bagian Perekonomian Rofik Widadi, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi. PT Pusri, kata Asnawi, setiap hari menyediakan antara 3.000 ton dan 3.150 ton urea. Pupuk itu dikirim ke gudang Purwokerto melalui Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap. Urea itu kemudian disalurkan ke delapan distributor di Banyumas. Distributor kemudian mengirimnya ke agen atau subagen dan pengecer. ''Meski sekarang permintaan belum begitu banyak, kami menjamin pasokan pupuk tetap tersedia hingga musim tanam akhir Desember. Setiap hari datang pupuk urea ke gudang kami sekitar 3.000 ton,'' ujar Asnawi. Tak Tersendat Adapun Gatot menyatakan stok di gudang Petro di Wangon adalah 3 ton SP36 557, 752 ton Phonska, dan 874 ton ZA. Tiga jenis pupuk itu setiap hari juga dikirim antara 10 dan 15 truk gandeng. ''Khusus pasokan untuk Banyumas tak akan tersendat. Berapa pun permintaan petani, kami siap menyediakan.'' Permintaan pupuk paling banyak saat ini, ujar mereka, dari petani di Banyumas bagian utara. Sebab, para petani di sana sudah mengolah lahan dan sebagian sudah menanam. Daerah itu meliputi Kecamatan Kedungbanteng, Pekuncen, Cilongok, Kembaran, Baturraden, Sumbang, dan sebagian Ajibarang. Banyumas bagian barat meliputi Rawalo, Jatilawang, Purwojati, Wangon, dan Jatilawang. Adapun Banyumas bagian selatan dan timur meliputi Patikraja, Kebasen, Kemrajen, Tambak, Sumpiuh, dan Somagede baru sebagian. Daerah itu diperkirakan baru menanam awal hingga akhir Desember. ''Di wilayah itu petani baru mengolah dan mengairi sawah, sehingga belum memerlukan pupuk. Perhatian kami sekarang untuk memenuhi daerah yang sudah memasuki musim tanam seperti Banyumas bagian utara,'' ujar Asnawi, saat memantau proses distribusi ke sejumlah distributor Pusri. Tingkat penyaluran pupuk urea saat ini, ujar dia, antara 300 ton dan 500 ton/hari. Dia memperkirakan permintaan meningkat memasuki Desember. Sebab, musim tanam mundur hampir sebulan. Harga urea di tingkat petani Rp 1.050/kg. Dari gudang ke distributor Rp 980/kg. Penyaluran SP36, kata Gatot, setiap hari sekitar 200 ton, Phonska 100 ton, dan ZA di bawah 100 ton. ''Harga yang ditentukan pemerintah untuk SP36 Rp 1.400, Phonska Rp 1.600, dan ZA Rp 950. Itu merupakan harga subsidi ke petani.'' (G22-86) |