| Kamis, 25 Nopember 2004 | BANYUMAS |
Petani Tak Ingin Kesulitan PupukPURWOKERTO - Petani di Kabupaten Banyumas tak ingin pada musim tanam Oktober-Maret kembali kesulitan mendapatkan pupuk seperti urea, KCl, dan SP 36. Mereka meminta distribusi pupuk diawasi agar tak terjadi penyimpangan yang merugikan petani. Saat ini petani sudah mengolah sawah. Mereka sudah menyemai bibit dan tinggal menunggu waktu untuk menanam. Sawah di Kabupaten Banyumas pada musim tanam ini sekitar 33.000 ha. Bila bibit dari persemaian yang ditanam di sawah berusia setengah bulan, petani memupuk kali pertama. Pada pemupukan pertama petani membutuhkan cukup banyak pupuk. Karena itu mereka sangat mengharapkan pemerintah menambah subsidi pupuk agar lebih murah. Pengalaman petani, setiap musim tanam mereka kesulitan memperoleh pupuk dan harganya pun mahal. Harga pupuk urea, misalnya, antara Rp 1.200 dan Rp 1.300/kg di warung atau kios penjual pupuk. Petani tak bisa menolak. Karena jika menunda, mereka khawatir tak memperoleh pupuk atau harga makin mahal. Mahmud (45), petani asal Patikraja, baru saja membeli dua kantong pupuk urea. Dia menuturkan meski baru membajak sawah sudah buru-buru membeli pupuk. Sebab, dia khawatir pada saat padinya butuh pupuk harga sudah tinggi dan pupuk sulit diperoleh. ''Sekarang masih gampang diperoleh di KUD. Harga masih normal, antara Rp 55.000 dan Rp 60.000/kantong berisi 50 kg,'' kata dia. Namun, ujar Sis petani asal Pegalongan, harga pupuk urea yang dijual di kios pengecer Rp 1.300/kg. Dia mengakui memang lebih mahal ketimbang di KUD. Namun beli di KUD mesti menambah ongkos becak sehingga jatuhnya pun sama. Itu pula yang diungkapkan Karjo dari Kembaran . Jika memakai hitungan orang dagang, kata dia, petani sudah bangkrut. Biaya untuk menanam hingga panen padi dengan hasil yang dijual tak seimbang. Gabah yang mereka panen paling-paling laku Rp 1.000/kg. Padahal, harga pupuk urea Rp 1.200/kg. ''Meski setiap kali musim tanam selalu merugi, kami tak pernah meninggalkan pekerjaan sebagai petani. Habis mau kerja apalagi?'' (G23-86) |